Berita

Senator Demokrat, Bernie Sanders/Net

Dunia

Bernie Sanders: Senator Republik Tidak Idiot, Mereka Paham Trump Sudah Kalah

KAMIS, 12 NOVEMBER 2020 | 10:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Partai Republik tampaknya tetap diam karena takut dengan Presiden Donald Trump terkait dengan penolakan hasil pemilihan karena merasa adanya intimidasi.

Untuk itu, Senator Demokrat Bernie Sanders mendesak rekan-rekan Senator Republik untuk melawan Trump karena dia telah menyerang demokrasi, merujuk pada klaim adanya kecurangan pemilu.

Hal tersebut disampaikan oleh Sanders saat diwawancara oleh CNN pada Rabu (11/11).


"Apa yang Anda lakukan di Amerika, secara historis, adalah Anda berkata, 'Saya berjuang sekeras yang saya bisa dan saya ingin berterima kasih kepada pendukung saya, dan saya mengucapkan selamat kepada pemenangnya, dan mari maju dengan transisi. Kami semua mencintai negara dan kami menginginkan yang terbaik untuk Amerika'," kata Sanders, seperti dikutip Huffington Post.

"Apa yang dia lakukan saat ini adalah mendelegitimasi proses pemilu kami dan demokrasi Amerika," sambung dia.

Trump telah berteriak tentang hasil pemilihan tanpa bukti penipuan yang sebenarnya. Dia meluncurkan gugatan hukum di beberapa negara bagian untuk mempermasalahkan hasil tersebut, dan pemerintahannya menunda proses transisi resmi untuk penggantinya.

"Senator Republik rata-rata bukanlah orang idiot. Mereka memahami bahwa Trump telah kalah," ucap Sanders.

Dia menyuarakan keprihatinan yang mendalam tentang sejauh mana Trump mengintimidasi anggota Kongres dari Partai Republik.

“Mereka takut untuk melawannya. Jadi Anda mendapatkan sebuah partai, bukan individu, tetapi hampir sebuah partai tipe kultus di mana anggota Senat yang tahu lebih baik, tidak hanya tentang masalah ini, tentang banyak masalah lainnya, mendatangi Anda secara pribadi,” terang Sanders.

“Saya berharap mereka mendapatkan keberanian untuk berdiri sebagai individu dan mewakili konstituen mereka dan tidak hidup dalam ketakutan terhadap Donald Trump. Itu bukan hal yang baik," lanjutnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya