Berita

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto/RMOLJatim

Politik

Sekjen PDIP Tegaskan Kampanye Model Intimidasi Tak Laku Di Surabaya

MINGGU, 08 NOVEMBER 2020 | 03:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kampanye model Intimidasi tak akan berpengaruh terhadap masyarakat Surabaya. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto.

"Terakhir Bu Risma digugat dan dilaporkan ke polisi. Tapi, saya meyakini bahwa masyarakat Surabaya tidak mudah tunduk pada berbagai intimidasi," kata Hasto dikutip Kantor Berita RMOLJatim, saat ditemui di Surabaya, Sabtu (7/11).

Sejarah membuktikan, Surabaya sebagai kota pahlawan, mempunyai jiwa semangat patriotisme.


“Arek-arek Surabaya itu kokoh memegang prinsip. Apa yang terjadi pada peristiwa Hari Santri tanggal 22 Oktober 1945 dan peristiwa Hari Pahlawan 10 November, menunjukkan kuatnya semangat patriotisme yang digelorakan oleh semangat Hubbul Wathan Minal Iman. Segala tekanan yang ditujukan ke Eri-Armudji, Bu Risma, dan beberapa pendukungnya tidak akan efektif. Mereka akan berhadapan dengan rakyat Surabaya yang selalu membela yang benar," lanjut Hasto.

Hasto pun menegaskan bahwa politik itu membangun peradaban dan menebar kebaikan. Bukan malah membangun keterpurukan.

“Apa yang dipertontonkan oleh pasangan lain dengan menampilkan kemewahan, membagi logistik secara masif, justru merendahkan martabat rakyat Surabaya. Strategi kampanye mereka salah, rakyat Surabaya itu masyarakat pejuang, punya harga diri, dan tidak mudah silau oleh tampilan kampanye dengan mobil mewah," kata Hasto.

Hasto mengakui bahwa dirinya sengaja secara khusus datang ke Surabaya karena melihat Pilkada Kota Surabaya yang dinamis dengan suhu politik yang makin memanas. Namun, ia tak mengkhawatirkan adanya intimidasi yang diterima kadernya dari pihak luar.

"Kami percaya dan yakin, bahwa kekuatan modal tidak akan mampu melawan kekuatan spirit warga Surabaya," tegasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya