Berita

Mantan Wapres Jusuf Kalla dan wartawan senior Karni Ilyas/Repro

Politik

Kata JK, Jokowi Pernah Minta Dirinya Jadi Wapres Lagi

SABTU, 07 NOVEMBER 2020 | 09:09 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Menjelang akhir periode pertama pemerintahannya, Presiden Joko Widodo pernah meminta Jusuf Kalla yang ketika itu adalah Wakil Presiden untuk terus mendampinginya pada posisi yang sama.

Namun menurut JK, kepada Jokowi dia mengatakan, hal itu tidak dimungkinkan oleh UUD 1945 yang telah membatasi periode jabatan Presiden dan Wakil Presiden hanya dua periode. Sebelum mendampingi Jokowi pada periode 2014-2019, JK pernah pula mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono pada periode 2004-2009.

Hal ini disampaikan Jusuf Kalla dalam wawancara khusus dengan wartawan senior Karni Ilyas, untuk program Karni Ilyas Club, Jumat (6/11).


“Bapak (JK) lebih sejalan dengan Pak Jokowi. Tetapi mengapa Pak Jokowi harus melepaskan Pak JK,” tanya Karni Ilyas.

“UUD kita membatasi Presiden dan Wakil Presiden menjabat dua kali pada jabatan yang sama. Saya sudah dua kali, jadi tidak bisa,” jawab JK.

Mengenai upaya merevisi hal itu yang sempat berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK), JK mengatakan dirinya tidak mau intervensi walaupun mendukung atas permintaan Jokowi.

“Akhirnya, adalah Partai Perindo dan partai lain memasukkan gugatan (ke MK). MK tidak menolak (gugatan itu). Hanya (mengatakan) bahwa belum bisa dibicarakan,” jelas JK lagi.

JM membantah dirinya yang meminta Perindo dan beberapa pihak lain untuk mengajukan gugatan itu.

Karni Ilyas lantas bertanya, bagaimana JK melihat perjalanan pemerintahan Jokowi setelah dirinya tidak mendampingi.

“Seperti kita lihat sekarang, jalan saja semuanya baik-baik, kan. Saya tidak ingin memberikan komentar lagi. Nanti tidak enak,” jawab JK.

“Yang penting semua berjalan baik. Kalau sekarang ada krisis, semua negara di dunia kena (kriris),” demikian JK.


Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya