Berita

Tangkapan layar cuitan Donald Trump dan Greta Thunberg/Net

Dunia

Marah Dengan Perhitungan Suara, Trump Jadi Bulan-bulanan Greta Thunberg

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 15:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kemarahan Donald Trump di tengah pertempuran pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang sengit menjadi perhatian aktivis remaja pecinta lingkungan, Greta Thunberg.

Thunberg yang beberapa waktu lalu diejek oleh Trump berhasil membalikkan serangan tersebut.

Ketika Trump mendesak komite pemilihan AS untuk menghentikan perhitungan suara melalui akun Twitter-nya, Thunberg memberikan balasan.


"HENTIKAN PERHITUNGAN SUARA!" cuit Trump.

"Sangat konyol. Donald harus mengatasi masalah manajemen emosinya, lalu pergi menonton film lawas bagus bersama seorang teman! Tenang Donald, tenang!" balas remaja 17 tahun itu.

Cuitan balasan Thunberg sendiri merupakan ejekan yang diberikan Trump kepadanya setelah KTT Aksi Iklim pada 2019.

Pada saat KTT, Thunberg menyampaikan pidato bertajuk "How dare you" untuk mendesak para pemimpin dunia segera mengambil tindakan atas perubahan iklim secara berapi-api.

Setelah itu, Thunberg menjadi sampul di majalah TIME yang langsung diejek oleh Trump.

"Sangat konyol. Greta harus mengatasi masalah manajemen emosinya, lalu pergi menonton film lawas bagus bersama seorang teman! Tenang Greta, tenang!" cuit Trump ketika itu.

Cuitan Trump sendiri banyak dikritik karena dianggap menindas seorang siswi.

Sementara itu, cuitan balasan Thunberg saat ini justru mendapatkan banyak pujian dari selebriti, politikus, dan para netizen.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya