Berita

Ilustrasi perteman dua kutub magnet/Net

Jaya Suprana

Hikayat Besi Takut

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 | 07:59 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SILAKAN anda percaya atau tidak, namun saya nekad bilang bahwa mahaguru Kejawen saya yang mahadesainer, Bambang Waluyo memiliki kesaktian supranatural, yaitu bisa melihat apa yang belum namun akan terjadi.

Terbukti setelah membaca naskah Riwayat Besi Berani yang dipublikasikan pada 1 November 2020  beliau langsung bertanya kepada saya, apakah jika ada besi berani juga ada besi takut.

Naga-naganya secara intuitif beliau sudah “merasa” bahwa di masa depan saya akan menulis naskah Hikayat Besi Takut yang kini sedang anda baca ini.


Wesi Sembrani

Memang ketika saya menulis naskah Riwayat Besi Berani saya sengaja tidak berkisah tentang bagaimana ketika orangtua mengajari tentang eksistensi besi berani sebenarnya saya langsung keminter bilang bahwa jika ada besi berani, maka pasti ada besi takut.

Namun kisah itu sengaja belum saya kisahkan pada naskah Riwayat Besi Berani demi tidak memecah fokus saya mau pun pembaca terhadap besi berani.

Sebenarnya istilah lebih akurat ketimbang besi takut adalah besi penakut meski sebenarya istilah kiasa belaka sebab pada kenyataan tidak ada besi yang penakut  sama halnya tidak ada besi yang pemberani.

Maka menarik pengingatan mantan Dutabesar LGG Jenewa yang kini bergabung dengan Bambang Waluyo dan Darminto Sudarmo berperan sebagai mahaguru Kejawen saya, Eddi Hariyadhi  bahwa dalam bahasa Jawa, besi berani alias magnet disebut  wesi  sembrani.

Analog kuda mitologis yang bersayap dan bisa terbang disebut kuda sembrani, meski  wesi sembrani  tidak bersayap dan tidak bisa terbang. Namun sayang tidak ada istilah kuda semtakut.
 
Plus-Minus

Pada kenyataan sebenarnya sifat kodrati besi takut sama dengan besi berani yaitu bisa menarik, namun sekaligus bisa menolak benda yang sejenis dengan dirinya.

Maka ada pula sebutan batu berani karena ternyata daya magnet bisa hadir pada bukan hanya pada besi.

Memang apa yang disebut sebagai magnet secara kodrati fisikal memiliki daya menarik namun juga menolak seperti halnya manusia yang bisa menarik perhatian namun juga bisa menolak perhatian.

Besi berani  langsung berani menarik benda dengan kutub magnet beda namun juga berani menolak benda dengan kutub magnet sejenis.

Pada sifat penolakan itulah, maka besi berani layak disebut sebagai besi takut sebab memang  perangai kutub magnet takut terhadap kutub magnet yang sama.

Maka, lazimnya, manusia beda jenis kelamin saling tertarik. Namanya juga lazimnya maka senantiasa ada kekecualiannya.

Kearifan
 
Pada hakikatnya daya tarik dan tolak besi berani  mau pun  besi takut  merupakan kearifan dua-sifat di semesta yang disebut universum mau pun multiversum.

Maka ada  gelap ada terang, ada malam ada siang, ada lelaki ada perempuan, ada isi ada kosong, ada ada ada tidak ada, ada makrokosmos ada mikrokosmos, ada Pandawa ada Kurawa, ada baik ada jahat, ada perang ada damai, ada benci ada kasih, ada jujur ada bohong, ada influencer bayaran ada influencer bukan bayaran, ada beradab ada biadab.

Ada politik kekuasaan ada politik pengabdian, ada secukupnya ada kerakusan, ada fastabiqul khoirot ada tanasafud dunya, ada atas ada bawah, ada bukit ada jurang, ada kanan ada kiri, ada hoax ada beneran, ada utara ada selatan, ada koruptor tertangkap ada koruptor bebas merajalela, ada obat farmasi ada jamu, ada pop ada dangdut, ada tahayul ada ilmiah, ada yang harus dipolisikan ada yang mustahil dipolisikan, ada berani ada takut, maka ada besi berani ada besi takut.

Begitulah kira-kira-yak-e-ndak-tentu sesuai kirakiramologi.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

13 Langkah Komprehensif Kuatkan Rupiah

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:11

Dua Guru Magelang Didakwa Korupsi Modus Pungli Peserta PPG

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:00

Bukan Dapur Asal Ngebul

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:26

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

Putusan MK soal Keterwakilan Kuota Perempuan Berikan Keadilan Gender

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:14

Syafrin Liputo Dituntut Bawa Jaksel Lebih Maju, Inklusif, dan Sejahtera

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:01

2.081 Polisi Kawal Ketat Piala AFF U-19 2026

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:22

Korban Kebakaran Kemayoran

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:19

Multipolaritas Harus Jadi Jalan Kerja Sama, Bukan Konfrontasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:09

KDM Sikat PKL Usai 30 Tahun Berkuasa di Bandung

Rabu, 03 Juni 2026 | 03:45

Selengkapnya