Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, Amin Ak/Net

Politik

Untuk Tingkatkan Investasi, Pemerintah Harus Lebih Serius Jalankan Reformasi Birokrasi

SELASA, 03 NOVEMBER 2020 | 14:19 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas investasi yang masuk ke Indonesia, tidak ada cara lain bagi Pemerintah selain harus serius melakukan reformasi birokrasi di seluruh sektor.

Karena, rendahnya nilai dan kualitas investasi yang masuk, hingga terjadi kontraksi minus 5 persen pada kuartal III 2020 akibat masih tingginya korupsi dan inefisiensi birokrasi.

Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak, saat menanggapi pertanyaan media terkait teguran Presiden Joko Widodo terhadap menteri-menteri yang bertanggung jawab di bidang investasi.


Karena, kontraksi nilai investasi melebihi minus 5% bisa berdampak terhadap melambatnya pemulihan ekonomi nasional.

“Rendahnya kualitas investasi di Indonesia itu karena banyaknya korupsi dan birokrasi di dalam negeri yang berbelit,” tegas Amin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (3/11).

Buruknya kualitas investasi juga tergambar dari tingginya rasio penambahan modal terhadap pertumbuhan ekonomi atau Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Rasio ini mencerminkan seberapa besar tambahan investasi yang diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

“Semakin tinggi nilai ICOR, investasi semakin tidak efisien, terlalu banyak kepentingan di luar investasi yang mengganggu. Sebaliknya, semakin rendah ICOR, itu berarti efisiensi investasi makin tinggi. Karena inefisiensi tadi, maka investasi yang masuk ke Indonesia hanya menghasilkan output yang sedikit,” beber Amin.

Legislator dari Dapil Jatim tersebut kemudian merujuk hasil kajian World Economic Forum (WEF) yang dipublikasikan pada akhir tahun 2019, yang menyebutkan maraknya korupsi merupakan penghambat utama investasi di Indonesia.

WEF menempatkan korupsi dengan skor tertinggi yaitu 13,8 sebagai faktor utama penghambat investasi di Indonesia, di antara 16 faktor penghambat yang ada. Dan peringkat keduanya adalah inefisiensi birokrasi dengan skor 11,1.

Hal tersebut terjadi lantaran maraknya praktik suap, gratifikasi, dan pelicin, terutama dalam pengurusan perizinan. Praktik-praktik korupsi mengakibatkan beberapa dampak terhadap investor.

Dampak tersebut antara lain dapat memunculkan persaingan tidak sehat, distribusi ekonomi yang tidak merata, tingginya biaya ekonomi, memunculkan ekonomi bayangan, menciptakan ketidakpastian hukum, dan tidak efisiennya alokasi sumber daya perusahaan.

Karena itu, lanjut Amin, reformasi birokrasi harus betul-betul dijalankan dengan baik. Karena itu menyangkut kualitas pelayanan publik, termasuk di dalam perizinan investasi. Reformasi birokrasi sangat penting dalam mewujudkan pembangunan dan pelayanan publik yang prima.

“Birokrat kita harus memposisikan diri sebagai pelayan rakyat, sehingga pekerjaan mereka harus menjadi budaya berkhidmat untuk kepentingan publik,” tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya