Berita

Jaya Suprana

Jaya Suprana

Munafik Tidak Percaya Tahayul

SENIN, 02 NOVEMBER 2020 | 07:34 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA kurang berani menghakimi orang lain sebagai munafik akibat apabila saya mawas diri, maka terbukti bahwa saya sendiri sebenarnya cukup munafik. Terutama dalam hal percaya tahayul.

Tahayul

Sebagai seorang yang merasa diri “modern” akibat memang dididik secara kebudayaan Barat yang memberhalakan rasio, maka saya malu mengakui diri percaya tahayul.


Namun secara tak sadar atau sadar saya munafik dalam sikap dan perilaku saya sehari-hari yang ternyata sebisa mungkin menghindari angka tigabelas. Meski secara sombong saya mengaku tidak percaya bahwa angka tigabelas adalah angka sial namun pada kenyataan saya menghindari tanggal tigabelas untuk melakukan kegiatan yang tidak rutin seperti misalnya melakukan perjalanan apalagi perjalanan lewat udara dengan pesawat terbang apalagi setelah terbukti Apollo 13 gagal mendarat di permukaan rembulan.

Sedapat mungkin saya menghindari jangan sampai saya membeli sesuatu dengan harga Rp 13.000 apalagi Rp 131.313 meski saya tidak percaya 13 adalah angka sial.

Diam-diam saya bersyukur bahwa saya adalah anak ke-7 bukan ke-13.

Ketika mobil saya diberi nomor akhir 13, maka saya mohon kepolisian lalulintas mengganti nomor mobil saya agar jangan bernomor akhir 13 meski saya harus membayar lebih mahal yaitu Rp 1.300.000 !

Setan

Sebagai seorang yang rasional saya juga tegas mengaku bahwa saya tidak percaya setan sama halnya saya tidak percaya tahayul seperti ramalan baca telapak tangan apalagi telapak kaki.

Saya tidak percaya ramalan Jayabaya apalagi Jayasuprana. Saya tidak percaya mahluk halus, maka saya tidak percaya ketika seorang guru di Jaya Suprana School of Performing Arts, Muhammad Iqbal mengeluh bahwa setiap kali dia latihan piano di balairung sekolah setelah tengah malam selalu diganggu oleh suara-suara gaib berseliweran mengitari Iqbal ketika sendirian latihan piano.

Karena saya menuduh Iqbal bohong maka Iqbal mengajak saya menemani dia ketika latihan piano setelah tengah malam di balairung JSSPArts.

Saya menolak dengan alasan ngantuk padahal saya takut setengah hidup jika pada saat menemani Iqbal ternyata para setan datang gentayangan mengitari saya.

Juga setelah saya mengaku tidak percaya setan lalu Gus Dur menantang saya untuk tidur semalam suntuk seorang diri di kuburan, saya menolak dengan alasan saya gampang masuk angin jika tidur di alam terbuka padahal sebenarnya ngeri dikerubuti setan-setan kuburan gentayangan.

Santet

Saya juga mengaku tidak percaya santet ketika seminar tentang santet bersama Cak Nur dan Ki Gendheng Pamungkas di aula pertemuan Masjid Baiturrahman di Simpang Lima kota Semarang sekitar awal tahun 90an abad XX.

Bahkan ketika Ki Gendheng Pamungkas sesumbar bahwa dia sakti mandraguna dalam menyuruh setan untuk menyantet manusia, langsung saya tantang dia untuk menyantet saya.

Namun disertai embel-embel syarat asal jangan terlalu lama sebab sebenarnya saya takut disantet.

Syukur Alhamdullilah, ternyata Ki Gendheng Pamungkas tampaknya tidak kalah munafik dari saya sehingga merasa ragu menyantet saya dengan dalih “Maaf, saya tidak bisa menyantet pak Jaya sebab pasti para setan tidak mampu mematuhi perintah saya akibat tertawa geli melihat pak Jaya!”.  

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

UPDATE

Banjir, Macet, dan Kemiskinan di Jakarta Mendesak Dituntaskan

Senin, 23 Februari 2026 | 06:07

Jokowi Memang sudah Selesai, Tapi Masih Ada Gibran dan Kaesang

Senin, 23 Februari 2026 | 05:39

Tiga Waria Positif HIV Usai Terjaring Razia di Banda Aceh

Senin, 23 Februari 2026 | 05:28

Penakluk Raksasa

Senin, 23 Februari 2026 | 05:13

Kisah Tragis Utsman bin Affan: 40 Hari Pengepungan, Satu Mushaf Berdarah

Senin, 23 Februari 2026 | 04:26

Kebangkitan PPP Dimulai dari Jabar

Senin, 23 Februari 2026 | 04:10

Prabowo Tak Beruntung terkait Tarif Trump

Senin, 23 Februari 2026 | 04:05

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Tembok Ratapan Solo Jadi Potret Wajah Kekuasaan Jokowi yang Memudar

Senin, 23 Februari 2026 | 03:27

Persib Kokoh di Puncak Klasemen Usai Tekuk Persita 1-0

Senin, 23 Februari 2026 | 03:00

Selengkapnya