Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani/Net

Politik

Sebut Ekonomi Hancur Karena Kolonialisme, Amin AK: Sri Mulyani Sedang Alihkan Perhatian

MINGGU, 01 NOVEMBER 2020 | 21:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati seakan menyalahkan penjajah kolonialisme yang berkontribusi hancurnya ekonomi nasional. Ungkapan Sri Mulyani disampaikan dalam upacara peringatan Hari Oeang RI ke-74.

Politisi PKS Amin AK justru aneh dengan pernyataan Sri Mulyani tersebut.

“Kalau itu diucapkan sekarang kok rasanya gimana gitu ya, baru sekarang ngomong begitu,” ucap Amin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/11).


Anggota Komisi VI DPR RI ini mengatakan, jika maksud Sri Mulyani adalah penjajah moderen saat ini. Maka, artinya pemerintah itu sendiri yang melakukan penjajahan.

Namun, jika dikaitkan dengan penjajah era kolonialisme pernyataan Sri Mulyani dianggapnya kurang relevan.

“Kalau yang dimaksud itu adalah penjajah kolonialisme sebelum Indonesia merdeka itukan sudah tidak relevan untuk kita bawa-bawa sekarang karena kita sudah merdeka berapa tahun itu, dari 45 sampi sekarang 2020, 75 tahun baru kita rayakan kok baru sekarang ngomong begitu,” herannya.

“Kalau yang dimaksud penjajahan moderen sekarang ya, itukan terkait erat dengan kebijakan pemerintah, para pemimpin kita termasuk beliau itu,” imbuhnya.

Pihaknya justru mempertanyakan kapabilitas Sri Mulyani sebagai Menkeu dari era Presiden SBY hingga Presiden Joko Widodo yang belum tampak juga adanya perubahan atau reformasi keuangan di Indonesia.

“Beliau sudah jadi Menkeu berapa kali? Dari periode Pak SBY, sekarang dua kali berturut-turut era Pak Jokowi, beliau menyampaikan seperti itu saya kira tidak relevan,” tegasnya.

Menurutnya, pernyataan Sri Mulyani itu dapat diartikan bahwa Menkeu dua periode itu tengah mengalihkan perhatiannya sebagai penanggungjawab keuangan negara.

“Artinya itu kan ingin mengalihkan perhatian, padahal kan tanggungjawabnya beliau langsung berkaitan dengan keuangan negara,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenang perjalanan perekonomian Indonesia dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Oeang Republik Indonesia yang ke-74.

Sejak dirayakannya Hari Oeang Republik Indonesia pada 30 Oktober 1946 dan dibentuknya Kementerian Keuangan, perjalanan perekonomian nasional terbilang tidak pernah mudah.

Pada awal pelaksanaan pemerintahan yang berdaulat, kas keuangan negara harus dihadapi beban-beban dari perang dan penjajahan.

Kolonialisasi yang sempat dialami Indonesia disebut Sri Mulyani mengakibatkan perekonomian nasional hancur.

"Tantangan perekonomian yang kita hadapai sangat berat, perekonomian kita hancur akibat perang dan warisan dari penajahan dan kas negara dalam situasi yang tiada," katanya dalam gealaran upacara Hari Oeang Republik Indonesia ke-74, Sabtu (31/10).

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya