Berita

CEO Facebook, Mark Zuckerberg/Net

Dunia

CEO Facebook Zuckerberg: Saya Kira Basis Karyawan Kami Condong Ke Kiri

KAMIS, 29 OKTOBER 2020 | 12:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Partai Republik berusaha membuktikan bias dalam kebijakan moderasi konten dari pemain teknologi terbesar.

Dalam sidang selama empat jam yang berlangsung pada Rabu (28/10) di depan Kongres, Senator Ron Johnson mendesak pemilik Facebook, Twitter, dan Google menguraian kecenderungan politik karyawan mereka dan memaparkan kebijakan mereka yang memengaruhi kebebasan berbicara.

Para CEO dari platform online top dunia; Mark Zuckerberg dari Facebook, Jack Dorsey dari Twitter, dan Sundar Pichai dari Google semuanya muncul secara sukarela dalam acara dengar pendapat yang dilangsungkan secara virtual oleh Komite Senat AS untuk Perdagangan, Sains, dan Transportasi.


Setiap Senator diberi waktu tujuh menit untuk mengajukan pertanyaan mana pun yang mereka pilih, dan satu pertanyaan kompleks di tengah-tengah semuanya; Apakah Pasal 230 Undang-Undang Kepatutan Komunikasi telah melampaui batas kegunaannya di era digital saat ini?

“Apakah menurut Anda ideologi politik karyawan di perusahaan Anda, katakanlah, 50:50, konservatif versus liberal progresif? Atau menurut Anda itu mendekati 90 persen liberal dan 10 persen konservatif?” tanya Johnson, seperti dikutip dari Forbes, Rabu (28/10).

CEO Twitter Jack Dorsey, menjawab: “Saya tidak tahu pandangan karyawan kami karena itu bukan sesuatu yang kami tanyakan atau fokuskan."

Dorsey juga menegaskan bahwa pandangan setiap karyawannya bukanlah sesuatu yang dia cari.

Menanggapi pertanyaan yang sama, CEO Google Sundar Pichai mengatakan lebih dari 50 persen dari 100 ribu karyawan Google berasal dari luar California.

“Memang cenderung proporsional dengan area tempat kita berada,” ujarnya.

Sementara, CEO Facebook Mark Zuckerberg berkata: "Saya tidak tahu jumlah pastinya tetapi saya kira basis karyawan kami condong ke kiri.”

Johnson, mengatakan menurut pendapatnya bahwa 'cukup jelas' bagaimana perusahaan-perusahaan ini miring berdasarkan 'laporan' tentang forum obrolan yang mengasingkan karyawan konservatif, meminta para pemimpin teknologi untuk berkomentar tentang seberapa liberal staf mereka.

Kemudian, beberapa senator Republik menekan trio teknologi itu untuk menyebutkan satu orang Demokrat yang tweet atau postingan Facebook-nya telah mereka tandai.

Ketiganya sepakat bahwa tweet Presiden Trump telah dikontekstualisasikan untuk informasi yang salah sebanyak lusinan kali.

Dorsey, Zuckerberg dan Pichai bersikeras bahwa mereka hanya mengikuti kebijakan mereka, yang tidak memperhitungkan afiliasi politik, dan jika calon dari Partai Demokrat Joe Biden men-tweet klaim seperti yang dilakukan presiden, mereka akan bereaksi dengan cara yang sama.

Menurut laman OpenSecrets.org, karyawan Facebook, Google, dan Twitter lebih menyukai Demokrat daripada Republik dengan kontribusi politik dalam siklus pemilihan ini.

Johnson juga bertanya kepada Dorsey dan Zuckerberg apakah mereka memiliki 'bukti' bahwa pemberitaan New York Post baru-baru ini tentang konten dari laptop milik Hunter Biden didasarkan pada disinformasi Rusia.

"Kami tidak melakukannya," jawab Dorsey, menekankan bahwa mereka tidak ikut campur dalam berita tersebut.

Kemudian dalam persidangan, Senator Partai Republik Roger Wicker, ketua komite, bertanya kepada Zuckerberg apakah dia memiliki bukti bahwa Rusia adalah sumber informasi dalam laporan New York Post.

"Saya akan mengandalkan FBI untuk membuat penilaian itu," kata Zuckerberg tetapi menambahkan bahwa dia secara pribadi tidak memiliki bukti itu. "Aku sendiri tidak."

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya