Berita

Tony Bobulinski saat bersiap wawancara dengan televisi/Net

Dunia

Mantan Mitra Bisnis Ungkap Kebohongan Joe Biden

KAMIS, 29 OKTOBER 2020 | 08:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mantan rekan bisnis Hunter Biden, Tony Bobulinski, menuduh Joe Biden melakukan 'kebohongan terang-terangan' dengan menyangkal terlibat dalam urusan bisnis anaknya kepada pihak luar.

Dalam wawancaranya dengan televisi nasional pada Selasa (27/10) malam, Bobulinski mengklaim bahwa dia bertemu dua kali dengan Joe Biden sehubungan dengan kesepakatan bisnis China yang melibatkan putranya meskipun mantan wakil presiden itu menyangkal keterlibatan apa pun.

Dia diminta untuk memimpin kesepakatan antara beberapa mitra termasuk Hunter (putera Joe Biden) dan Jim Biden (saudara laki-laki Joe Biden), dengan CEFC, sebuah perusahaan energi Tiongkok. Bobulinski mengatakan kepada Fox News bahwa Hunter Biden mengatur agar ayahnya bertemu dengannya pada Mei 2017 di Los Angeles sementara Joe Biden ada di sana untuk konferensi.


Anggota keluarga Biden, kata Bobulinski, mempertaruhkan seluruh warisan keluarga mereka dalam berurusan dengan orang China.

"Mereka tahu persis apa yang mereka lakukan," katanya. Mereka berurusan dengan perusahaan milik China yang mendapat dukungan finansial dan politik yang kuat dari Partai Komunis China. Begitulah cara mereka yang saya lihat. Itu bukan (sekedar) kata-kataku sendiri. Begitulah cara mereka mempresentasikannya kepada saya," kata Bobulinski, seperti dikutip dari The Time, Rabu (28/10).

Bobulinski menjadi berita utama minggu lalu ketika dia mengklaim memiliki bukti langsung keterlibatan Biden dalam kesepakatan tersebut.

"Saya mendengar Biden mengatakan dia tidak pernah berbicara dengan Hunter tentang bisnisnya," kata Bobulinski dalam sebuah pernyataan. "Saya telah melihat secara langsung, bahwa itu tidak benar."

Dalam wawancara 45 menit itu, Bobulinski mengatakan kepada pembawa acara Fox bahwa dia didekati oleh keluarga Biden dan beberapa rekan pada tahun 2017 untuk membantu mengelola usaha bisnis di China.

Dia mengklaim bahwa Bidens menerima pinjaman 5 juta dolar AS tanpa agunan, tanpa bunga dari pejabat China.

Bobulinski termotivasi untuk maju dan mengatakan hal yang sebenarnya setelah Joe berulang kali menegaskan bahwa dia tidak terlibat dalam bisnis Hunter dan Jim. Juga ketika Perwakilan Demokrat California Adam Schiff mengecam email yang bocor baru-baru ini yang melibatkan Hunter Biden sebagai "disinformasi Rusia".  

Catatan Bobulinski tentang hubungannya dengan Hunter, dan tuduhannya tentang Joe diberikan kepada Wall Street Journal pada akhir Oktober.

The Journal mulai menyelidiki dokumen yang diberikan Bobulinski, dan menyimpulkan, dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada malam debat, 22 Oktober, bahwa tidak ada bukti Joe memiliki peran apa pun di perusahaan mereka.

Kisah ini terbuka keluar pada 14 Oktober, disebut-sebut  Hunter memanfaatkan nama ayahnya untuk mengamankan kesepakatan bisnis di Ukraina. Keesokan harinya, 15 Oktober, The New York Pos menerbitkan kisah ini, terkait peretasan email yang kemudian membuka laporan adanya bisnis tersebut dan disitulah nama Bobulinski disebutkan.

Media Post membahas urusan bisnis Bobulinski dengan Hunter, pamannya Jim, dan dua pria lainnya - James Gilliar, teman lama Bobulinski, dan Rob Walker, teman Bidens.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya