Berita

Rak produk-produk Prancis di supermarket yang dikosongkan sebagai kampanye boikot/Net

Dunia

Balas Sentimen Anti-Islam, Supermarket Di Negara-negara Arab Boikot Produk Prancis

MINGGU, 25 OKTOBER 2020 | 07:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah kelompok dagang Arab telah mengumumkan boikot terhadap produk-produk Prancis sebagai tanggapan atas berbagai pernyataan dan aksi yang dianggap merendahkan Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Dimuat Anadolu Agency pada Sabtu (24/10), aktivis Arab telah meluncurkan beberapa kampanye boikot produk Prancis.

Tagar seperti #boycottfrance dan #boycott_French_products pun memenuhi media sosial.


Di Kuwait misalnya, supermarket besar Alnaeem Cooperative Society mengumumkan akan mengeluarkan semua produk Prancis dari rak mereka sebagai protes atas pernyataan Prancis yang menghina Islam dan nabi.

Langkah serupa dilakukan oleh beberapa kelompok dagang seperti Suburb Afternoon Association, Eqaila Cooperative Society, dan Saad Al Abdallah City Cooperative Society.

Ketiga kelompok tersebut menerbitkan foto-foto yang menunjukkan produk Prancis dikeluarkan dari rak mereka.

Hal yang sama juga terjadi di Qatar. Alwajba Dairy Company dan Almeera Consumer Goods Company mengatakan akan memboikot produk Prancis dan akan memberikan alternatif lain.

Universitas Qatar juga bergabung dalam kampanye boikot, mengumumkan akan menunda Pekan Kebudayaan Prancis sebagai protes atas penghinaan anti-Islam.

"Setiap penghinaan atau pelanggaran terhadap keyakinan, kesucian dan simbol Islam benar-benar ditolak," kata universitas dalam sebuah pernyataan.

"Penghinaan ini merusak nilai-nilai kemanusiaan universal dan prinsip-prinsip etika yang tinggi dari semua masyarakat," tambah universitas dalam akunnya di Twitter.

Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerang Islam dan komunitas muslim. Dia menggambarkan Islam sebagai agama yang mengalami krisis.

Pernyataan Macron sendiri bertepatan dengan langkah provokatif oleh majalah Prancis, Charlie Hebdo, dengan menerbitkan karikatur Nabi Muhammad SAW yang telah menarik kemarahan dan kemarahan yang meluas di seluruh dunia Muslim.

Karikatur tersebut pertama kali diterbitkan pada 2006 oleh surat kabar Denmark Jylllands Posten, dan memicu gelombang protes.

Setelah itu, Prancis diguncang oleh insiden pemenggalan seorang guru sejarah, Samuel Patty, karena ia menggunakan karikatur sebagai contoh kebebasan berekspresi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya