Berita

Foto: Istimewa

Bisnis

IPEX Virtual BTN Sedot Dua Juta Lebih Pengunjung

RABU, 21 OKTOBER 2020 | 21:41 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Indonesia Property Expo Virtual 4D perdana yang diselenggarakan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk selama kurang lebih 1,5 bulan berhasil meraup perhatian jutaan pengunjung.

Tercatat lebih dari 2 juta orang berselancar di ipex.btnproperti.co.id untuk menemukan properti idaman mereka. Animo masyarakat ini melebihi ekspektasi, karena selain jumlah pengunjung yang melampaui target, Bank BTN juga sukses menggaet sekitar 3.000 pemohon KPR, dimana sekitar 95 persen diantaranya adalah pemohon KPR Non Subsidi.

“Dengan adanya pandemi Covid 19, masyarakat kini makin melek digital. Animo masyarakat terhadap IPEX Virtual perdana tinggi,” kata Direktur Consumer and Commercial Lending Hirwandi Gafar, dalam keterangannya, rabu (21/10).
 

 
Kemasan IPEX Virtual 4D ini memang menarik dan interaktif. Tak hanya pamerean, tapi juga diselingi live show serta talkshow dalam bentuk webinar dengan topik yang sesuai dengan minat pengunjung.

"Ini adalah inovasi baru Bank BTN di tengah pandemi untuk tetap melayani kebutuhan masyarakat akan rumah yang diselenggarakan secara virtual dengan layanan KPR online yang disiapkan BTN," ujar dia.

Lebih jauh Hiswandi menerangkan, dari dua juta pengunjung yang mampir ke IPEX Virtual, sebanyak 40% adalah konsumen yang berminat terhadap rumah dengan harga kisaran Rp 300-600 juta. Sekitar 29% pengunjung mencari rumah murah dengan kisaran harga Rp 100-300 juta.

Sementara masing-masing 12 persen mencari rumah di kisaran harga Rp 300-600 jutaan dan Rp 600 juta-1 miliar. Sedangkan 7 persen lainnya, pengunjung yang berminat atas hunian dengan harga di atas Rp 1 miliar.

Berdasarkan lokasi, pengunjung IPEX Virtual 4D paling banyak mencari properti di Kawasan Tangerang dengan jumlah sebanyak 27%, Bekasi 25%, Bogor 24%, Depok 14%. Adapun sisanya tersebar ke seluruh penjuru Indonesia.

Rumah kelas menengah dengan harga di atas Rp300 juta masih mendominasi pembelian hunian. Kemampuan finansial masyarakat masih mencukupi untuk membeli rumah dengan harga tersebut. Sementara wilayah yang mereka lebih sukai adalah di kawasan sub urban yang lebih terjangkau harganya.

Hirwandi mengatakan, pihaknya cukup puas dengan hasil IPEX Virtual 4D perdana ini karena berkas pemohon KPR online yang masuk melampaui target. Yang lebih membanggakan adalah pandemi covid ternyata tidak menjadi penghalang untuk masyarakat membeli rumah, walaupun penyelenggaraannya dilakukan secara virtual mereka tetap mengejarnya.

"Ini adalah bukti bahwa rumah masih menjadi kebutuhan masyarakat yang terus dikejar dalam kondisi apapun," tambah Hiswandi.

Ke depan, BTN berharap penyelenggaraan IPEX Virtual dapat berjalan lebih baik dengan melibatkan lebih banyak pengembang.

“Kami akan meningkatkan kualitas penyelenggaraa IPEX Virtual dari sisi infrastruktur, kemasan acara, hingga tetap menarik pengunjung dan tentu saja promosi KPR yang lebih menarik lagi,“ janji Hirwandi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya