Berita

Usni Hasanuddin/Net

Politik

Pro-kontra SK Panitia Muktamar IX PPP, Usni Hasanuddin: Sangat Terlihat Nuansa Politisnya

RABU, 21 OKTOBER 2020 | 18:55 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Muncul pro-kontra terkait Surat Keputusan (SK) Pembentukan Panitia Muktamar IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Nuansa politis dinilai sangat terlihat dalam komposisi kepanitiaan.

Politisi Muda PPP, Usni Hasanuddin mengatakan, pro-kontra tentang siapa saja yang masuk kepanitiaan dalam SK DPP PPP tertanggal 10 Oktober 2020 yang ditandatangani oleh Plt Ketua Umum, Suharso Monoarfa dan Sekjen Arsul Sani itu adalah hal biasa.

"Bisa dikatakan masih ada yang kurang puas. Itu hal biasa, karena lazimnya organisasi setiap keputusan tidak dapat memuaskan semua pihak. Hanya memang nuansa politisnya sangat terlihat dari komposisi kepanitiaan," ujar Usni Hasanuddin melalui keterangan tertulis, yang diterima redaksi, Rabu (21/10).


Terlepas dari itu, tambah Usni, komposisi kepanitiaan harus bisa mengakomodir semua pihak, terutama komposisi yang ada dalam Steering Committe (SC). Hal ini akan berkaitan dengan hasil Muktamar nantinya.

Sebagai kader PPP, Usni memberikan catatan yang harus diperhatikan terutama terkait SC yang harus melalukan inovasi- inovasi program kerja.

"Sebab, inovasi sangat diperlukan untuk menjawab tantangan PPP ke depan, tidak bisa hanya yang bersifat rutinitas program," ucapnya.

Selain program kerja, Usni juga menyinggung soal mekanisme dalam menentukan Ketua Umum terpilih. Ini  juga harus menjadi perhatian secara khusus.

Pada satu sisi, PPP tidak bisa lepas dari identitas ke-Islaman dan di sisi lain tak bisa menghindari sistem demokrasi. Elaborasi dari dua sistem itu baik Islam dan Demokrasinya melalui mekanisme formatur.

"Pemilihan ketua umum melalui formatur yang dipilih oleh peserta akan mencerminkan dua nilai sekaligus yaitu demokrasi dan musyawarah di formatur," tambah Usni lagi.

Usni menambahkan, saat ini mungkin sulit untuk ditemukan setiap rapat harian DPP PPP yang dihiasi perdebatan menggunakan dalil-dalil Al Qur'an maupun hadist. Mungkin terakhir ketika kepemimpinan Hamzah Haz itu terjadi.

Usni mengatakan, hal itu terjadi karena komposisi ulama dalam pengurus harian jauh lebih besar ketimbang komponen lainnya sehingga PPP sebagai partai Islam tidak terlepas dari hukum Islam.

"Jadi, komposisi ini harus dipertimbangkan oleh SC maupun formatur. Jangan hanya asal loyal tapi tidak memiliki kekuatan massa dibawah ataupun finansial kemudian diakomodasi. Akhirnya hanya akan menjadi beban partai," imbuhnya.

Terakhir katanya lagi, yang tidak kalah penting soal netralitas. Usni mengatakan, netralitas pemilihan harus dijaga.

"Berikan keluasan kader yang memiliki kompetensi untuk maju dalam pemilihan. Jangan ada kesan hanya akan menguntungkan calon tertentu saja," tandas Usni.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya