Berita

Reruntuhan akibat perang/Net

Jaya Suprana

Memprihatini Perang

RABU, 21 OKTOBER 2020 | 07:17 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SUNGGUH memprihatinkan bahwa ketika seluruh umat manusia seharusnya bersatupadu demi melawan angkara murka Covid-19, ternyata bangsa Armenia dan bangsa Azerbaijan justru bukan hanya berseteru namun malah berperang.

Perang


Seperti pada lazimnya perang antara dua bangsa, maka baik Armenia dan Azerbaijan masing-masing merasa dirinya benar sambil yakin bahwa yang bersalah adalah pihak lawan.


Lebih makin memprihatinkan lagi adalah kenyataann bahwa yang bertempur saling membunuh di medan perang ternyata hanya para serdadu Armenia melawan serdadu Azerbaijan sementara para jenderal berbintang banyak beserta para elit politik nyaman dan aman dari kejauhan di ibukota negara masing-masing asyik mengarahkan para serdadu  saling membinasakan.

Bahkan yang jatuh sebagai korban luka mau pun nyawa bukan cuma para serdadu yang menyabung nyawa atas nama negara dan bangsa masing-masing namun juga rakyat terutama kaum perempuan dan anak-anak yang sama sekali tidak berdosa bahkan tidak tahu apa sebenarnya masalahnya sehingga Armenia harus berperang melawan Azerbaijan yang semula sama-sama merupakan negara bagian Uni Sowyet.

Lebih celaka lagi, meski para produsen senjata seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan lain-lain menyatakan diri netral namun masing-masing juga diam-diam sibuk menjual senjata kepada kedua belah pihak yang sedang sibuk berperang.

Apalagi Turki yang memang sejak lama musuh bebuyutan Armenia tanpa malu-malu secara politik mau pun militer berpihak ke Azerbaijan.

Andaikatamologi


Kemelut angkara murka pertumpahan darah yang sedang merajalela di medan pertempuran Nagorno-Karabakh di kawasan perbatasan Armenia-Azerbaijan merupakan bukti kebenaran andaikatamologis tersirat di dalam lagu Imagine  mahakarya John Lennon yang secara pribadi juga merupakan korban kekerasan sesama manusia terhadap sesama manusia: 

Imagine there's no heaven
 It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people living for today
Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people living life in peace
.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan lebih cinta damai ketimbang perang

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya