Berita

Perdana Menteri Ersin Tatar memimpin jumlah suara pada Pilpres TRNC 2020/Net

Dunia

Kalahkan Petahana, PM Ersin Tatar Menangkan Pilpres Republik Turki Siprus Utara

SENIN, 19 OKTOBER 2020 | 07:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Ersin Tatar akhirnya berhasil memenangkan pemilihan presiden Republik Turki Siprus Utara (TRNC) setelah mengalahkan calon petahana Mustafa Akinci. Tatar memperoleh 51,69 persen suara dalam hasil hitung tidak resmi pada Minggu (18/10) waktu setempat.

Kantor Berita Turki-Siprus (TAK), melaporkan bahwa Panitia Tertinggi Pemilu mengeluarkan pernyataan tertulis tentang hasil tidak resmi yang menyebutkan bahwa Tatar, calon presiden dari Partai Persatuan Nasional (UBP), memenangkan putaran kedua pemungutan suara dengan menerima sebanyak 67.322 suara sah. Sedangkan Mustafa Akinci hanya mengantongi sebanyak 48,31 persen dengan raihan total 62.910 suara.

Laporan itu juga mengatakan bahwa jumlah peserta pemilih pada putaran kedua ini adalah 67,29 persen. Namun, dari 199 ribu pemilih terdaftar, hanya ada 133.931 yang ikut memberikan suara di 738 kotak suara yang tersebar.


Sebanyak 130.232 surat suara yang sah, sedangkan 3.699 surat suara dianggap tidak sah karena tidak memenuhi aturan.

Pemungutan suara berakhir pada pukul 6 sore waktu setempat dan angka resmi diharapkan akan diumumkan segera.

Tatar mengucapkan rasa terima kasihnya dan mengatakan yang terpenting adalah membawa negara ke hari-hari yang lebih baik dalam persatuan.

"Warga Turki Siprus layak mendapatkan yang terbaik dari segalanya. Saya akan menepati janji saya. Saya akan menjadi presiden semua orang," ungkapnya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (19/10).

Dalam kesempatan yang sama Tatar juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Turki atas bantuan mereka dalam mengatasi kesulitan ekonomi di negara itu akibat wabah virus corona.

Tatar mengatakan dia bangga bisa bersama dengan Republik Turki yang selalu berdiri di samping rakyat Siprus Turki.

"Saya sekali lagi ingin mengumumkan kepada dunia bahwa sejalan dengan konfirmasi yang saya terima dari bangsa, saya akan menjaga tanah kami sendiri, negara kami sendiri dan posisi penjamin Turki kami," katanya.

"Saya ingin memberitahu seluruh dunia dari sini bahwa Siprus Turki ada, mereka akan ada dan mereka akan meneriakkan kedaulatan mereka ke seluruh dunia," tegasnya.

Tatar lahir di Lefkosa pada tahun 1960. Ia menimba ilmu di sekolah menengah di Inggris dan lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Cambridge pada tahun 1982.

Tatar, yang bekerja di kantor perusahaan audit Price Waterhouse Inggris antara 1982-1991, menerima gelar akuntan sewaan.

Hingga ia mendirikan saluran TV swasta pertama, Kanal T, dari TRNC pada tahun 1996, Tatar bekerja di berbagai perusahaan di Inggris dan Turki, termasuk bekerja sebagai koordinator umum di Show TV di Istanbul antara tahun 1992-2001.

Pada tahun 2003, Tatar kembali ke negaranya dan memulai kehidupan politiknya di UBP. Dia terpilih sebagai wakil Lefkosa dari partai dalam pemilihan umum cepat pada 19 April 2009.

Ia kemudian diangkat sebagai menteri keuangan pada 4 Mei 2009 selama pemerintahan Dervis Eroglu dan melanjutkan jabatannya di bawah pemerintahan Irsen Kucuk mulai 27 Mei 2010.

Ia kembali terpilih sebagai Lefkosa Wakil UBP pada pemilihan umum snap 2013 dan menjabat sebagai Ketua Komite Ekonomi, Keuangan, Anggaran, dan Perencanaan pada periode ke-8.

Untuk ketiga kalinya, Tatar terpilih menjadi Wakil Lefkosa di UBP pada pemilihan umum snap 2018. Pada tahun yang sama, ia juga menjadi ketua partai menyusul mundurnya Huseyin Ozgurgun dari rally di babak kedua.

Tahun lalu di bulan Mei, ia menjadi perdana menteri negara untuk memimpin pemerintahan koalisi UBP dan Partai Rakyat (HP).

Pada pemilihan putaran pertama pada 11 Oktober, Tatar berada di urutan pertama dengan 32,34 persen suara, sedangkan Akinci di posisi kedua dengan 29,80 persen.

 Karena tidak satupun dari 11 kandidat yang pada awalnya bersaing mendapatkan lebih dari 50 persen suara, Tatar dan Akinci melanjutkan ke putaran kedua.

Partisipasi elektoral mencapai 58,29 persen pada putaran pertama, menjadikannya sebagai pemilihan presiden dengan jumlah pemilih terendah.

Warga Siprus Turki menuju pemungutan suara untuk ke-10 kalinya sejak 1974 untuk memilih presiden mereka untuk masa jabatan lima tahun.

Pulau itu telah dibagi menjadi pemerintahan Siprus Turki di utara dan pemerintahan Siprus Yunani di selatan sejak kudeta militer 1974 yang ditujukan untuk aneksasi Siprus oleh Yunani.

Intervensi militer Turki berhasil menghentikan penganiayaan dan kekerasan selama bertahun-tahun terhadap Siprus Turki oleh ultra-nasionalis Yunani Siprus.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya