Berita

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan survei secara virtual/Net

Politik

Survei Indikator: Lebih 50 Persen Publik Merasa Kondisi Ekonomi Nasional Buruk

MINGGU, 18 OKTOBER 2020 | 15:25 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mayoritas publik merasa bahwa keadaan ekonomi Indonesia memburuk. Setidaknya, gambaran itu tercermin dalam survei terbaru yang dirilis Indikator Politik Indonesia, Minggu (18/10).

Survei bertajuk “Mitigasi Dampak Covid-19 Terkait Tarik-menarik Kepentingan Ekonomi Dan Kesehatan” merekam bahwa sebanyak 55 persen responden menilai keadaan ekonomi nasional sekarang buruk. Sementara 10,3 persen menyatakan sangat buruk.

"Persepsi terhadap kondisi ekonomi nasional terburuk sejak tahun 2004. Pada temuan yang lalu tampak perlahan cenderung membaik dibanding dua bulan sebelumnya. Saat ini perbaikan masih belum banyak terjadi, tapi persepsi negatif tampak konsisten menurun," jelas Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan survei secara virtual.


Burhanuddin mengatakan bahwa kondisi ekonomi rumah tangga juga tampak belum menunjukkan perbaikan. Meski begitu pendapatan rumah tangga konsisten menunjukkan ke arah perbaikan.

Hal itu ditunjukkan dengan semakin banyak yang pendapatannya mulai pulih kemungkinan karena kelompok yang mengalami PHK tidak semakin banyak, dan yang sementara dirumahkan sudah tampak mulai aktif bekerja kembali. 

"Ini sangat penting, karena mayoritas kelompok yang mengalami penurunan pendapatan merasa kesulitan terberat atas penurunan pendapatannya adalah kebutuhan untuk makan sehari-hari sebesar 55 persen," bebernya.

Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada periode 24 hingga 30 September 2020 dengan melibatkan 1.200 responden yang  berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Mereka dipilih secara acak  dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

Survei menggunakan metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei digelar dengan menggunakan komunikasi telepon kepada responden.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya