Berita

Gatot Nurmantyo/Net

Politik

Jika KAMI Terlibat Demo Anarkis, Polri Tidak Perlu Sungkan-sungkan Tangkap Gatot Nurmantyo

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 14:23 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pihak kepolisian seharusnya juga turut menangkap petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) lain jika benar menemukan bukti percakapan yang mengerikan di grup WhastApp (WA) KAMI.

Begitu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menanggapi pernyataan pihak kepolisian yang menyebut ada percakapan di grup WA KAMI Medan yang mengerikan sehingga terjadinya kericuhan pada aksi penolakan UU Cipta Kerja.

"Jika benar kepolisian telah miliki bukti kuat adanya rencana atau keterlibatan KAMI dalam aksi ricuh di tanah air, maka tidak perlu ragu menangkap tokoh paling utama, termasuk Gatot Nurmantyo (presidium KAMI)," ujar Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/10).


Namun, kata Dedi, hal tersebut dilakukan jika polisi benar-benar memiliki bukti yang kuat seperti yang diklaim saat menangkap petinggi KAMI, Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat, termasuk anggota KAMI Medan.

"Tentu dengan syarat benar-benar memiliki bukti dan secara terbuka menyampaikan pada publik, agar tidak menimbulkan spekulasi publik atas penangkapan tokoh tertentu KAMI sebagai manuver politik kekuasaan," tutupnya.

Sebelumnya, Presidium KAMI, Din Syamsuddin menolak organisasinya dikaitkan dalam tindakan anarkistis saat unjuk rasa UU Cipta Kerja. Menurut dia, KAMI secara kelembagaan turut turut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut.

"KAMI secara kelembagaan belum ikut serta, kecuali memberi kebebasan kepada para pendukungnya untuk bergabung dan membantu pengunjuk rasa atas dasar kemanusiaan," kata Din melalui keterangan tertulisnya, Rabu (14/10).

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya