Berita

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo /Net

Dunia

Menlu AS Mike Pompeo Tanggapi Santai Peluncuran Rudal Balistik Antar Benua Milik Korea Utara

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 06:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo nampaknya tidak terlalu khawatir akan dampak yang akan ditimbulkan oleh rudal jarak jauh milik Korea Utara yang dipamerkan pada acara ulang tahun ke-75 Partai WPK beberapa hari lalu.

Pompeo percaya bahwa kesepakatan yang dicapai antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah berhasil mengurangi risiko.

Pada parade militer hari Sabtu (10/10) di Pyongyang, pemimpin Kim Jong Un memamerkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang menurut para analis adalah rudal berbahan bakar cair terbesar di dunia.


Tetapi Pompeo, yang mengatur KTT penting Trump dengan Kim pada 2018, mengatakan bahwa hanya pengujian yang dapat memastikan bahwa rudal itu berfungsi.

"Korea Utara, bagaimanapun, tahun lalu sama sekali tidak melakukan uji coba rudal balistik antarbenua. Hal yang sama berlaku untuk tahun sebelumnya," kata Pompeo kepada wartawan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (14/10).

"Jadi perjanjian, pemahaman, meskipun tidak mencapai tujuan akhir kami di Korea Utara, pasti telah menyebabkan berkurangnya risiko bagi Amerika Serikat," ungkapnya.

Korea Utara memang belum melakukan uji coba rudal nuklir atau jarak jauh sejak Kim menandatangani deklarasi bersama dengan Trump pada KTT Juni 2018 di Singapura.

Trump, yang saat ini tengah berjuang untuk mendapatkan masa jabatan kedua dalam pemilu 3 November mendatang, sering menyombongkan diri bahwa dia telah habis-habisan untuk mencegah perang pasca ketegangan yang meningkat dan uji coba roket dan nuklir Korea Utara.

Namun terlepas dari pernyataan Trump bahwa dia dan Kim telah 'jatuh cinta', diplomasi itu terhenti selama setahun tanpa ada tanda-tanda kesepakatan abadi yang secara permanen akan mengakhiri program nuklir Korea Utara.

Dalam pidato Tahun Barunya, Kim memperingatkan bahwa Korea Utara tidak lagi terikat oleh moratorium nuklir dan uji coba rudal balistik jarak jauh yang diberlakukan sendiri, meskipun ia belum menindaklanjuti ancaman tersebut.

Analis mengatakan bahwa rudal yang diluncurkan pada hari Sabtu kemungkinan besar akan dirancang untuk membawa banyak hulu ledak dalam kendaraan yang masuk kembali secara independen.

"Jika beroperasi, sistem seperti itu dapat membanjiri pertahanan rudal AS," menurut analis. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya