Berita

Seluruh klub peserta Liga 1 dan Liga 2 sepakat kembali melanjutkan kompetisi meski harus menunggu izin kepolisian/PSSI

Sepak Bola

Sepakat Kompetisi Kembali Bergulir 1 November, Klub-klub Liga 1 Dan Liga 2 Masih Tunggu Izin Polri

RABU, 14 OKTOBER 2020 | 13:51 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebanyak 18 klub peserta Liga 1 dan 24 klub peserta Liga 2 sepakat untuk kembali memulai kompetisi pada 1 November 2020. Namun, kesepakatan ini masih harus menunggu izin dari pihak kepolisian.

Kesepakatan ini dicapai saat seluruh klub melakukan extraordinary club meeting di Yogyakarta, Selasa malam (13/10).

Selain sepakat kembali menggelar kompetisi pada awal bulan depan, sejumlah opsi pun disiapkan PSSI.


Opsi pertama, kompetisi kembali bergulir pada 1 November 2020 dan selesai Maret 2021.

“Tetapi soal izin kita kembalikan ke kepolisian. Jika kepolisian tidak mengizinkan tentu PSSI akan menghormati dan mematuhinya,” kata Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Nah, jika izin dari polisi untuk opsi pertama tidak turun, PSSI akan membuat skema dan jadwal baru, yakni memulai kompetisi pada 1 Desember 2020.

“Jika itu belum diizinkan karena alasan izin keramaian terkait Pilkada 2020, PSSI akan mencoba memulai pada 1 Januari 2021. Mudah-mudahan aspirasi klub agar kompetisi kembali digelar bisa menjadi kenyataan,” imbuh Yunus, dikutip laman resmi PSSI.

Andai harus memulai kompetisi pada 1 Januari 2021, maka akan ada perubahan format. Untuk menghemat waktu, kompetsi akan digelar dengan 2 wilayah.

Hal ini dilakukan karena pada Mei-Juni 2021 PSSI punya hajatan besar, yakni menggelara Piala Dunia U-20.

“Intinya kompetisi lanjutan tahun 2020 ini akan diteruskan. Apakah mulai 1 November, 1 Desember, atau 1 Januari 2021,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya