Berita

Sekretaris Eksekutif KAMI, Syahganda Nainggolan, dan deklarator KAMI, M. Jumhur Hidayat/Net

Politik

Lepaskan Syahganda Dan Jumhur, Atau KAMI Jadi Macan Dewasa Yang Membahayakan Rezim

SELASA, 13 OKTOBER 2020 | 19:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penangkapan delapan petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sejatinya tidak perlu dilakukan. Dua diantaranya adalah Sekretaris Eksekutif KAMI, Syahganda Nainggolan, dan deklarator KAMI, M. Jumhur Hidayat.

"Penangkapan Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat sejatinya tidak perlu dilakukan. Sebagai aktivis senior wajar bila keduanya selalu mengkritik kekuasaan," kata aktivis Perhimpunan Masyarakat Madani, Sya'roni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (13/10).

Penangkapan keduanya bisa menjadi bumerang bagi rezim penguasa, dan di sisi lain akan menguntungkan KAMI, organisasi yang didirikan keduanya.

"KAMI akan mendapat keuntungan politik sebagai organisasi yang ditindas penguasa," ujar Sya'roni.

Beberapa waktu lalu, sejumlah acara deklarasi dan agenda KAMI telah dibubarkan dan dihambat oleh aparat. Mantan Panglima TNI dan juga sebagai pentolan KAMI Gatot Nurmantyo yang hadir dalam acara tersebut, bisa menerima dengan lapang dada.

Saat itu, publik mulai simpati atas perlakuan yang diterima mantan Panglima TNI. Bahkan, Gatot digadang-gadang sebagai figur perlawanan yang siap berhadap-hadapan melawan rezim penguasa.

"Dengan penangkapan sejumlah petingginya maka daya pikat KAMI sebagai organisasi perlawanan makin meningkat. Publik yang tadinya masih ragu-ragu untuk bergabung dengan KAMI bisa serta-merta memutuskan untuk bergabung," imbuh Sya'roni.

Rezim penguasa pasti paham karakter bangsa Indonesia, yakni cepat bersimpati kepada pihak yang ditindas. SBY dan Joko Widodo bisa dijadikan contoh bisa menjadi presiden karena simpati rakyat.

Ditambahkan Sya'roni, KAMI saat ini bisa dikatakan baru sebatas anak macan. Tapi penindasan yang diterima para petingginya bisa menjadi vitamin yang akan mempercepat pertumbuhannya menjadi macan dewasa yang bisa membahayakan rezim penguasa.

"Lebih baik para petinggi KAMI dibebaskan saja, termasuk Syahganda dan Jumhur," tutupnya.

Populer

Joko Widodo Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang

Sabtu, 08 Mei 2021 | 07:06

Ajakan Presiden Jokowi Makan Babi Saat Lebaran, ICMI: Tidak Punya Empati!

Sabtu, 08 Mei 2021 | 13:17

Respons Insiden Babi Panggang Ambawang, Prof Yusril: Tidak Terjadi Kalau Mensesneg Memahami Tugasnya

Jumat, 14 Mei 2021 | 22:12

Soal Jokowi Dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno

Sabtu, 08 Mei 2021 | 11:55

Soal Otak Sungsang, Nusron Wahid Ajak Ali Ngabalin Dan Busyro Muqoddas Saling Bermaafan

Sabtu, 15 Mei 2021 | 14:47

Sejarawan: Israel Lebih Kuat Dari Palestina, Berhentilah Berperan Sebagai Korban

Sabtu, 15 Mei 2021 | 06:47

Aboe Bakar: Kita Serba Salah, Mau Nyumbang Palestina Takut Dibilang Teroris

Minggu, 16 Mei 2021 | 22:10

UPDATE

Temui Dubes Palestina, PBNU Keluarkan Lima Sikap Terkait Agresi Militer Israel

Selasa, 18 Mei 2021 | 03:55

Tekan Potensi Lonjakan Kasus Paska Lebaran, Pemerintah Perkuat PPKM Mikro

Selasa, 18 Mei 2021 | 02:58

Soal Kasus Antigen Bekas, Plt Dirut KFD Lakukan 4 Langkah Perbaikan

Selasa, 18 Mei 2021 | 02:37

Lebaran Usai, Kemenkes Genjot Vaksinasi Untuk Kelompok Lansia

Selasa, 18 Mei 2021 | 02:14

Satgas Gabungan TNI-Polri Berhasil Kuasai Markas Teroris OPM Di Papua

Selasa, 18 Mei 2021 | 01:58

Catat Kenaikan Layanan Data Selama Lebaran, Menkominfo: Masyarakat Sadar Ruang Digital Menjadi Pilihan Bersilaturahmi

Selasa, 18 Mei 2021 | 01:23

Dari Balik Jeruji, HRS Serukan Gelar Aksi Bela Palestina

Selasa, 18 Mei 2021 | 00:58

200 Ribu Kendaraan Kembali Ke Wilayah Jabotabek Selama Dua Hari Paska Lebaran

Selasa, 18 Mei 2021 | 00:34

Doni Monardo Peringatkan Orang Yang Berpergian Ke Zona Merah Saat Lebaran Lakukan Isolasi Mandiri

Selasa, 18 Mei 2021 | 00:14

Buat Aksi Solidaritas Palestina Di Kawasan, Jokowi Sampaikan Pernyataan Bersama Sultan Bolkiah Dan PM Muhyiddin

Senin, 17 Mei 2021 | 23:56

Selengkapnya