Berita

Ilustrasi demo penolakan UU Cipta Kerja/Net

Politik

GMPN: Ada Kelompok Yang Manfaatkan Demo Tolak Omnibus Law

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 21:24 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Ketua Gerakan Muda Peduli Nusantara (GMPN) Lendi Octavi menyebut ada beberapa kelompok yang memanfaatkan aksi demo tolak Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja.

Pertama, kata Lendi, adalah kelompok yang berharap mendapatkan keberuntungan dibalik demo tersebut.

Mereka ini berharap ada gerakan chaos seperti 98 dan mengerucut isunya menjadi turunkan Presiden.


"Gerakan aksi tolak Omnibus Law banyak yang tunggangi, dan ada yang cari untung dengan target chaos seperti 98. Makanya kami berharap publik cerdas dan bisa mengambil langkah menempuh jalur yang sudah ada yaitu judicial review di MK," ungkap Lendi, Senin (12/10).

Lebih lanjut, Lendi menuding ada kelompok mafia pungli perizinan yang juga mengambil kesempatan memanfaatkan gerakan demo tolak omnibus law agar mendapatkan perhatian dan bisa ditolak.

"Mereka (mafia perizinan) periuk nasinya hilang. Mafia punglinya nggak makan alias gigit jari," ucapnya.

Lebih jauh, Lendi menyerukan pihaknya sepakat untuk memberantas praktek korupsi sampai di daerah dan harapannya dengan Omnibus Law UU Cipta Kerja peluang pungli yang mereka lakukan menjadi tertutup.

"Oknum otak korup mereka menolak Omnibus Law, karena peluang pungli jadi tertutup. Kita terlalu terbuai dengan birokrasi serba njlimet, dari meja ke meja pejabat pasti di situ ada fee. Tengok saja banyak Kepala Daerah di daerah sudah pakai rompi oranye di KPK," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya