Berita

Gedung DPR RI, di kawasan Senayan, Jakarta/Net

Politik

Tak Diberi Kesempatan Bicara, Fraksi Demokrat Walk Out Dari Paripurna Pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja

SENIN, 05 OKTOBER 2020 | 17:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Fraksi Partai Demokrat DPR walk out dalam rapat sidang paripurna pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (5/10).

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL di lokasi, antara Fraksi Demokrat dengan pimpinan sidang Azis Syamsuddin sempat bersitegang. Pasalnya, dari Fraksi Demokrat hendak memnyampaikan pandangannya, sebelum pemerintah memberikan pandangan.

"Interupsi Pak Ketua," tegas anggota Fraksi Demokrat, Benny K. Harman.


"Saya sudah berikan kesempatan pada Fraksi Demokrat. Nanti Pak Benny,” kata Azis.

"Tolong ketua sebelum dilanjutkan kami diberikan kesempatan, tolong, tolong ketua. Kami ingin menyampakan," ucapnya.

"Tidak Pak Benny, setelah pemerintah memberikan pandangan," tegas Azis.

"Tidak Ketua, kami pertama harus diberikan kesempatan. Tolong Pak Ketua, baca ini," timpal Benny.

"Pak Benny kalau anda tidak taat kami akan meminta bapak untuk dikeluarkan. Saya yang ngatur interupsi ini," ucap Azis menimpali lagi.

Setelah bersitegang, antara Azis Syamsuddin dan Benny K. Harman, seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat memilih walk out lantaran pimpinan sidang tidak memberikan kesempatan memberikan pandangan.

"Kalau demikian kami menyatakan walk out dan tidak bertanggung jawab atas hal ini," tandas Benny secara tegas sebelum meninggalkan ruang sidang.

Seperti diketahui, Demokrat dan Fraksi PKS menolak pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang rencananya akan ketuk palu pada pripurna hari ini.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya