Berita

Menteri Koordinator Bidang Hukum Politik dan Keamanan Mahfud MD dalam webinar yang digelar Mappilu PWI/RMOL

Politik

Pilkada Lanjut, Mahfud MD: Depan, Belakang Dan Di Samping Kita Ada Covid-19, Enggak Ada Yang Bisa Meramal Kapan Berakhir

KAMIS, 01 OKTOBER 2020 | 16:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keputusan untuk tetap menggelar Pilkada Serentak 2020 di bulan Desember mendatang dilakukan pemerintah karena hingga kini belum ada yang tahu pasti kapan wabah virus corona baru (Covid-19) berakhir.

“Bagi pemerintah sendiri alasannya begini, kalau kita ikuti pendapat sebagian warga, masyarakat agar pilkada dilaksanakan sesudah pandemi berakhir, itu juga sulit diterima. Karena tidak ada satu pun orang yang bisa ramalkan kapan Covid itu berakhir,” ucap Menteri Koordinator Bidang Hukum Politik dan Keamanan Mahfud MD dalam webinar yang digelar Mappilu PWI, Kamis (1/10).

Selain itu, kata Mahfud, Bank Dunia dan WHO sebagai badan kesehatan dunia, tidak mengetahui kapan pandemi ini berakhir. Oleh karenanya, tidak ada alasan kuat bagi pemerintah untuk menunda pilkada sampai corona berakhir.


“Mungkin Covid akan selamanya bersama kita. Sehingga kita harus menyesuaikan diri, melakukan kegiatan-kegiatan yang diperlukan. Tapi juga sadar bahwa di hadapan kita, di samping kita, di belakang kita itu ada Covid,” katanya.

“Oleh sebab itu kegiatan dilaksanakan normal tapi dengan mengutamakan penjagaan kesehatan kepada semua. Rakyat, pemilih, penyelenggara, pengawas, pengaman (Pilkada) dan sebagainya,” tambahnya.

Mantan Ketua MK ini menerangkan, pemerintah sekarang sudah berembug bersama dengan KPU, DPR, DPD, Bawaslu, dan DKPP untuk tetap menggelar Pilkada akhir tahun ini melalui Perppu yang menjadi UU.

“Artinya memang ditunda karena pandemi, tapi ditunda dari 20 September menjadi 9 Desember. Dan di tengah perdebatan, lagi-lagi pemerintah bersama DPR, parpol juga ikut. Di DPR, KPU, Bawaslu itu memutuskan (Pilkada) tanggal 9 Desember, tidak ditunda lagi,” katanya.

Dengan kata lain, pemerintah telah sepakat dan memutuskan untuk gelaran pilkada serentak ini tetap dilaksanakan dengan memberikan jaminan penuh lewat upaya maksimal agar protap kesehatan diutamakan.

“Karena apa? Kalau ditunda tanpa batas waktu kapan ini selesai pandemi, maka kita akan ada di dalam ketidakpastian. Kita akan dituntut situasi untuk mengangkat 271 Plt kepala daerah,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya