Berita

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid/Net

Politik

Jazilul Fawaid: Kita Tidak Bisa Salahkan Kelompok Yang Anggap Komunis Itu Ada

RABU, 30 SEPTEMBER 2020 | 03:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Indonesia melalui TAP MPRS 25/1966 telah menetapkan bahwa komunis merupakan organisasi terlarang di tanah air sehingga keberadaannya harus diberangus.

Sejumlah kelompok yang peduli terhadap negara, mulai memunculkan isu adanya kebangkitan komunis secara masif. Salah satunya yang sempat digaungkan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang menyebut komunis itu kembali tumbuh sejak tahun 2008 silam.

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, motif kelompok tersebut mengangkat kembali kebangkitan isu komunisme di Indonesia lantaran bulan September merupakan waktu peristiwa kelam pemberangusan Partai Komunis Indonesia (PKI).


Namun, Jazilul berpendapat, komunis memang ada di Indonesia. Namun, keberadaannya tidak terlalu mengkhawatirkan.

“Tidak mengkhawatirkan, itulah yang sekarang maksud saya sedang muncul memang peristiwa atau isu komunis itu selalu muncul pada bulan-bulan September, pada akhir-akhir September sesuai dengan peristiwanya,” katanya.

Politisi PKB ini mengatakan adanya kelompok tertentu yang mengangkat isu kemunculan PKI di Indonesia, tidak bisa disalahkan. Kemudian, yang harus ditekankan kelompok tersebut bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa komunis merupakan kelompok berbahaya.

“Kita tidak bisa salahkan kalau ada kelompok tertentu yang ngotot bahwa komunis itu ada. Yang terpenting itu fakta dan gerakannya untuk mengantisipasi adanya paham komunis atau munculnya kebangkitan komunis kembali," jelasnya.

"Dan itu bukan hanya tanggung jawab kelompok perkelompok tapi seluruh bangsa Ini sesuai dengan UU yang ada,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya