Berita

Wawancara Najwa Shihab dengan kursi kosong Menkes Terawan Agus Putranto/Net

Politik

Wawancara Najwa Shihab Dengan ‘Kursi Kosong’ Menkes Mewakili Perasaan Nakes Yang Disia-siakan

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 | 14:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wawancara presenter kondang Najwa Shihab dengan kursi kosong Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mendapat apresiasi dari kalangan dokter dan tenaga kesehatan (nakes).

Pujian salah satunya disampaikan dokter jantung jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Berlian Idris. Menurutnya wawancara kursi kosong itu telah mewakili perasaan para nakes.

“Wawancara mbak Najwa Shihab di Mata Najwa dengan kursi kosong Menkes yang tak bersuara mewakili perasaan kebanyakan tenaga kesehatan. Rasanya seperti disia-siakan, tak ada yang membela, hampir frustrasi dibuatnya,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (29/9).


Berlian Idri mengurai bahwa perasaan disia-siakan itu terhadi saat banyak nakes yang terpapar. Alih-alih diperjuangkan, para nakes justru merasa seolah disalahkan.

“Dikatakan tak disiplin menjalankan protokol kesehatan. Padahal banyak hal yang masih harus dibenahi di level sistem, seperti ketersediaan APD (alat pelindung diri) dan keamanan fasilitas ruang rawat,” sambungnya.

Para tim medis semakin prihatin saat tidak ada satu pun pemberitaan tentang Menkes Terawan Agus Putranto yang membela dokter saat ada seorang politisi meragukan jumlah dokter yang wafat.

Padahal politisi ini merujuk data Kemenkes yang hanya menyebut 32 dokter wafat atau jauh di bawah catatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang kala itu sudah menembus 100 dokter.

Kekecewaan pada Menkes tidak cukup sampai di situ. Saat orang banyak khawatir jumlah dokter berkurang karena banyaknya yang terdampak, Menkes sigap mengatakan masih ada ribuan cadangan.

“Seolah mereka yang tumbang begitu mudah digantikan. Tidak terdengar bagaimana arahannya agar jumlah yang terdampak bisa ditekan,” kesalnya.

Berlian Idris juga menyoroti pernyataan Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang meminta IDI bertanggung jawab melindungi anggotanya dalam menangani pandemi.

“Ajaib, seorang menteri meminta kepada organisasi profesi untuk melakukan tugas yang seharusnya dilakukan pemerintah. Dan Menkes diam saja tak bersuara,” lanjut Berlian.

Namun demikian, Berlian masih mencoba berpikir positif. Bisa saja yang disampaikan Terawan tak seperti yang rakyat kebanyakan menangkapnya.

“Disinilah pentingnya bicara pada rakyat, salah satunya dengan hadir di acara Mata Najwa. Bicaralah, dan tunjukkan kalau memang pemerintah mendahulukan kesehatan, dan memperjuangkan nakes,” demikian Berlian Idris.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya