Berita

Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid/RMOL

Politik

Gatot Ditolak Di Surabaya, Pimpinan MPR: Intinya, Jangan Merasa Benar Sendiri

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 | 12:10 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo ditolak oleh sekolompok masyarakat Kota Surabaya, Jawa Timur. Kehadiran mantan Panglima TNI itu dianggap berbahaya sehingga harus ditolak keberadaannya.

Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid menyampaikan, mungkin apa yang kampanyekan Gatot dan KAMI dinilai tidak semua benar, sehingga berujung pada penolakan.

"Ya itu fakta di lapangan, bahwa mungkin apa yang disampaikan Pak Gatot itu benar tapi tidak semuanya benar," kata Jazilul kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (29/9).


Politisi senior PKB ini menilai gerakan yang diusung KAMI mungkin saja benar, namun tidak bisa memaksa masyarakat untuk menerima keberadaan mereka. Dia menekankan agar KAMI tidak merasa benar sendiri.

"KAMI kan gerakan moral, mungkin saja ada yang benar tapi tidak semua akan menerima. Intinya jangan sampai benar sendiri lah, kalau dalam satu negara sendiri kan tidak boleh benar sendiri, ingin menyelamatkan sendiri," katanya.

"Toh semua kita yang ada di sini ingin menyelamatkan bangsa ini. Siapa yang ingin bangsa ini terjerumus kan tidak ada? Kalau misalnya ada penolakan ya itulah demokrasi," imbuhnya.

Jazilul meminta agar masyarakat bergotong royong bangkit bersama di tengah situasi krisis Covid-19 saat ini dengan tidak mengedepankan ego sektoral.

"Masyarakat kan ini juga tahu hari-hari sulit seperti ini menghendaki keakraban, kesalinggotongroyongan antar semua elemen bangsa. Kalau kritis itu dianggap memecah belah pasti masyarakat juga akan nolak," katanya.

Dia berharap agar seluruh elemen masyarakat bersikap dewasa dalam menghadapi situasi krisis dan tidak saling menyalahkan satu sama lain.

"Saya berharap kejadian ini menjadi pelajaran lah bagi kita semua. Agar kita bersikap dewasa dalam membangun bangsa ini," tutup Jazilul Fawaid.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya