Berita

Sejumlah orang menolak kegiatan silaturaami akbar KAMI di Surabaya/RMOLJatim

Politik

Tolak Silaturahmi Akbar KAMI Di Surabaya, Sejumlah Orang Blokade Gedung Juang

SENIN, 28 SEPTEMBER 2020 | 14:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sekitar seratus orang yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Surabaya Adalah Kita, melakukan aksi menolak silahturahmi akbar Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang rencananya digelar di Gedung Juang 45 Jalan Mayjen Sungkono Surabaya, Senin (28/9).

Silaturahmi ini kabarnya akan dihadiri Din Syamsudin dan mantan Panglima TNI Jendral (purn) Gatot Nurmantyo.

Selain memasang spanduk penolakan, peserta unjuk rasa terlihat berorasi bergantian, menyuarakan agar silahturahmi akbar KAMI tidak diselenggarakan di Surabaya maupun Jawa Timur. Mereka juga melarang peserta dari KAMI untuk masuk ke gedung Juang 45.


Seorang peserta unjuk rasa, Kusnan Hadi menyampaikan, KAMI dinilai mau menjungkirbalikkan pemerintahan yang sah dan konstitusional. Sehingga Surabaya Adalah Kita menolak acara silaturahmi akbar ini digelar.

"Visi misi mereka hanya ingin menjungkirbalikkan ke arah ini, itu yang kita lihat nanti," kata Kusnan, dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Kusnan menambahkan, KAMI seharusnya membikin partai sendiri. Bukan melakukan provokasi ke semua daerah dan menjelekkan pemerintah yang sah.

"Usul saya, bikin saja partai tidak ada masalah. Bersaing dengan partai-partai lain bukan dengan memprovokasi warga tiap daerah, menjelek-jelekkan anak-anak bangsa, menjelek-jelekkan pemerintah negara yang sah ini," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Sawahan AKP Wisnu Setiyawan Kuncoro di lokasi mengatakan, acara KAMI Jatim di Gedung Juang 45 tidak ada izin. Menurutnya, pihak penyelenggara harusnya memperhatikan kelayakan bangunan.

"Ini kan kegiatan yang mengumpulkan massa, harusnya diperhitungkan bagaimana protokol kesehatannya. Acara ini juga tidak ada izin," terangnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya