Berita

Sekjen DPP PAN, Eddy Soeparno/Net

Politik

PAN Ancam Pecat Kader Pelanggar Protokol Covid-19 Di Pilkada 2020

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020 | 15:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno secara tegas menyampaikan akan memberikan sanksi kepada seluruh kadernya jika kedapatan melakukan pelanggaran aturan Pilkada serentak 2020 terutama dalam hal menjaga protokol kesehatan virus corona baru (Covid-19).

Pernyataan tersebut terlontar dari Eddy Soeparno saat menghadiri diskusi daring yang digagas Kantor Berita Politik RMOL, ‘Tanya Jawab Cak Ulung', bertajuk "Ancaman dan Peluang Pilkada saat Corona", Kamis (24/9).

“Kita tidak akan menolerir jika memang ada pengurus partai kita yang melenceng dari situ, akan kita beri sanksi yang berat,” ujar Eddy.


Pihaknya sudah melakukan instruksi kepada seluruh kadernya baik di tingkat provinsi, kabupaten maupun kota yang melaksanakan Pilkada di daerahnya masing-masing.

Instruksi itu semata-mata untuk mentaati seluruh protokol kesehatan yang sudah dicanangkan pemerintah.

Adapun sanksinya berupa teguran , hingga pemecatan dari struktur kepengurusan.

“Sanksinya mulai dari dinonaktifkan dari tim pemenangan sampai dinonaktifkan sebagai pengurus. Itu keputusan kita, kita sudah meminta kepada seluruh jaringan PAN di seluruh Indonesia yang memang memiliki pilkada di daerahnya untuk mentaati secara itu,” tegasnya.

Eddy menambahkan, dengan diberlakukannya sanksi tegas kepada kadernya tersebut merupakan bentuk tanggung jawab partai politik terhadap masyarakat yang melakukan pesta demokrasi di tingkat daerah.

“Bagi parpol, ini juga bukan hanya sebuah peluang, tapi tanggungjawab yang besar bagi parpol sinyal positif bagi masyarakat. Parpol tidak hanya saja mengusung haus kemenaangan tapi juga mau bertanggungjawab atas proses pemenangan itu,” tutupnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya