Berita

Nasir Djamil menduga Presiden Joko Widodo berada dalam kondisi dilematis saat memutuskan Pilkada Serentak tetap dilaksanakan sesuai jadwal/RMOL

Politik

Pilkada Tidak Ditunda, Nasir Djamil: Dugaan Saya Presiden Dalam Posisi Dilematis

RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 17:29 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Lewat Jurubicara Fadjroel Rachman, Presiden Joko Widodo memastikan tidak akan melakukan penundaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 pada Desember mendatang.

Putusan ini, menurut dugaan anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Nasir Djamil, lantaran Presiden Jokowi berada dalam posisi dilematis.

“Saya tidak tahu bagaimana pikiran dan perasaan presiden saat memutuskan Pilkada tetap lanjut. Dugaan saya, presiden dalam posisi dilematis saat membuat pilihan Pilkada Serentak Desember 2020 tetap lanjut,” ujar Nasir kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/9).


Legislator fraksi PKS ini meyakini Presiden Jokowi tengah galau dalam menyampaikan keputusannya. Sehingga menunjuk jurubicara untuk menyambung lidahnya soal keputusan Pilkada Serentak tidak ditunda.

“Saya yakin, dalam hati kecilnya presiden sangat berat untuk melanjutkan Pilkada di tengah pandemi. Karena beliau sudah menyadari bahwa pemulihan kesehatan lebih penting guna menyelamatkan perekonomian Indonesia,” kata Nasir Djamil.

“Akibatnya publik menilai, jangan-jangan karena anak dan menantunya ikut Pilkada sehingga beliau memutuskan Pilkada tetap lanjut. Dugaan publik tentu tidak bisa dihakimi,” imbuhnya.

Dirinya pun menyarankan agar Jokowi melakukan rapat terbatas dengan para pembantunya guna membahas kesiapan pelaksanaan Pilkada agar tidak menjadi klaster baru Covid-19.

“Karena itu untuk menjawab dugaan publik itu saya menyarankan presiden segera melakukan rapat terbatas dengan para Menko dan menteri-menteri terkait, guna membahas kesiapan pemerintah menyelenggarakan Pilkada Serentak di tengah pandemi yang belum mampu dikendalikan,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya