Berita

Presiden Iran Hassan Rouhani/Net

Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan

RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 15:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Iran Hassan Rouhani pada Selasa bersumpah bahwa pemimpin Amerika Serikat (AS) berikutnya harus menerima tuntutan Teheran, mengesampingkan kompromi dengan tawar menawar, terutama karena Donald Trump kembali maju dalam pemilihan presiden pada November mendatang.

Berbicara dalam pidato virtual Sidang Umum PBB, Selasa (22/9) malam, Rouhani menekankan AS tidak punya pilihan selain mengikuti tuntutan Iran.

"Kami bukan alat tawar-menawar dalam pemilihan umum AS dan kebijakan domestik," kata Rouhani, seperti dikutip dari Time of Israel, Rabu (23/9).


"Pemerintahan AS setelah pemilu mendatang tidak akan punya pilihan selain menyerah pada ketahanan bangsa Iran," tegas Rouhani.

Ketegangan meningkat antara AS dan Iran dibawah kendali Trump yang menarik diri dari perjanjian nuklir yang dinegosiasikan oleh pendahulunya Barack Obama dan memberikan sanksi besar-besaran pada Iran.

Joe Biden, saingan Trump dalam pilpres 3 November mendatang, dengan kukuh mendukung kesepakatan nuklir 2015 tetapi beberapa ahli di sekitarnya percaya dia memiliki pengaruh untuk menegosiasikan ulang daripada hanya bergabung kembali.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, pada hari Senin juga mengesampingkan setiap negosiasi ulang perjanjian 2015, yang telah ia perantarai atas pembicaraan yang melelahkan dengan mitranya saat itu John Kerry.

"Mereka secara keliru menuduh kami dan menjatuhkan sanksi, tanpa dasar apa pun, dengan dalih proliferasi nuklir," kata Rouhani, merujuk pada klaim bahwa Iran sedang berusaha untuk membangun bom atom.

"Amerika Serikat tidak dapat memaksakan negosiasi atau perang terhadap kami. Hidup menjadi sangat sulit di bawah sanksi. Namun, yang lebih sulit adalah hidup tanpa kemerdekaan," kata Rouhani.

"Dan kepada dunia, hari ini adalah waktu untuk mengatakan 'tidak' pada penindasan dan kesombongan. Era dominasi dan hegemoni sudah lama berakhir. Bangsa dan anak-anak kita berhak mendapatkan dunia yang lebih baik dan lebih aman berdasarkan aturan hukum," tutup Rouhani.

Sidang Umum PBB ke-75 berlangsung di tengah ketegangan setelah AS secara sepihak bergerak untuk mengembalikan semua sanksi PBB terhadap Iran, meskipun anggota Dewan Keamanan PBB lainnya menentang langkah tersebut.

Sebelumnya, dalam pidato di Sidang PBB, Trump mengulangi pembenarannya untuk meninggalkan JCPOA, mengklaim itu sebagai hal yang 'mengerikan'.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya