Berita

Anggota DPR dari Fraksi PKB, Luqman Hakim/Net

Politik

Anggota DPR PKB: Saya Tidak Percaya Omongan Fadroel, Presiden Pasti Pertimbangkan Saran NU Dan Muhammadiyah

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 | 10:18 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Jurubicara Presiden, Fadjroel Rachman telah mengumumkan bahwa Presiden Joko Widodo tidak akan melakukan penundaan Pilkada serentak 2020.

Banyak pihak yang menyayangkan Presiden mengumumkan hal penting tersebut justru lewat jurubicara, tidak secara langsung.

Anggota DPR dari Fraksi PKB, Luqman Hakim telah menyimak informasi yang disampaikan Fadjroel mengenai sikap Istana yang bersikukuh akan tetap melaksanakan pilkada 9 Desember.


DIa mengatakan ketidakpercayaannya terhadap pernyataan Fadjroel merupakan penyambung lidah dari Presiden Jokowi.

"Saya tidak percaya apa yang disampaikan Jubir Fadroel sebagai respon penolakan resmi Presiden Jokowi atas saran dan pemintaan penundaan pilkada yang disampaikan PBNU, Muhammadiyah, Perludem dan elemen masyarakat lainnya," kata Luqman lewat keterangan persnya, Selasa (22/9).

Menurutnya, Presiden Jokowi bakal mendengarkan aspirasi dari sejumlah tokoh yang menyatakan penundaan pilkada dan tidak mungkin Presiden melakukan penolakan penundaan.

"Presiden pasti mendengarkan dan mempertimbangkan dengan serius saran dan masukan penundaan Pilkada yang disampaikan kedua ormas Islam terbesar dan elemen masyarakat lain di tanah air. Mustahil rasanya Presiden begitu reaksioner mengambil putusan penolakan," katanya.

"Apalagi saran penundaan pilkada berangkat dari pertimbangan melindungi nyawa rakyat dari ancaman pandemi Covid-19 yang dirasa semakin meluas," imbuhnya.

Luqman Hakim juga menilai pengumuman ditunda atau tidaknya pelaksanaan pilkada merupakan hal penting yang tak sepatutnya diumumkan oleh seorang jurubicara.

"Untuk hal sepenting itu, juga dengan memandang pihak yang memberi saran dan masukan (NU dan Muhammadiyah), saya yakin Presiden Jokowi akan secara langsung mengumumkan respon dan keputusannya, tanpa melalui jurubicara presiden maupun kementerian terkait," bebernya.

Dia meyakini Presiden Jokowi akan menjunjung tinggi sopan santun, seharusnya Jokowi mengumumkan hal penting tersebut, bukan memerintahkan jurubicara atau pembantu lainnya.

"Sebagai tokoh yang lahir dan besar dalam tradisi sopan santun yang kuat, saya yakin Presiden Jokowi akan merasa kurang menghargai NU dan Muhammadiyah jika memerintahkan jurubicara atau pembantu lainnya untuk mengumumkan respon dan keputusannya kepada masyarakat luas," ucap Luqman Hakim.

"Karena itu, mari kita tunggu Presiden Jokowi mengumumkan sendiri respon dan keputusannya atas desakan penundaan pilkada itu," tutupnya menambahkan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya