Berita

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief/Net

Politik

Andi Arief: Harus Ada Otoritas Yang Bertanggung Jawab Jika Pilkada Menambah Orang Dikebumikan Karena Covid-19

SENIN, 21 SEPTEMBER 2020 | 20:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Banyak pihak menyayangkan pemerintah dan parlemen kompak untuk tidak melakukan penundaan pilkada serentak 2020 di tengah melonjaknya kasus kematian dan pasien positif akibat pandemi Covid-19.

Salah satunya datang dari Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief yang menyinggung soal pilkada serentak seakan dipaksakan untuk terlaksana oleh pemerintah.

Dia mengatakan dalam kontestasi pemilihan kepala daerah bakal melibatkan banyak masyarakat. Sehingga, dikhawatirkan akan menambah daftar panjang pasien terinfeksi pandemi Covid-19 dan meningkatkan jumlah kematian akibat virus mematikan dari Wuhan, China tersebut.


“Pilkada serentak 2020 menyangkut nyawa manusia. Karena itu harus ada otoritas yang bertanggung jawab jika pilkada akan menambah perluasan orang dikebumikan di pemakaman,” ujar Andi Arief di akun Twitter pribadinya, Senin (21/9).

Lewat jurubicaranya, Fadjroel Rachman, Presiden Joko Widodo juga telah mengumumkan pilkada 2020 tidak akan ditunda penyelenggaraannya.

Bagi Andi Arief, jurubicara tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan kebijakan pemerintah itu sendiri dalam hal ini terkait tidak ada penundaan pilkada serentak 2020.

Andi menyiratkan kekecewaannya manakala Presiden Joko Widodo mengumumkan tidak ada penundaan Pilkada 2020 justru lewat jurubicara.

“Jubir tidak cukup mewakili otoritas, karena dia tidak pernah disumpah resmi sebagai pejabat negara,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya