Berita

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB, Moh. Rano Alfath/Rep

Politik

Fraksi PKB Dukung Penambahan Anggaran Untuk Aparat Hukum

SENIN, 21 SEPTEMBER 2020 | 17:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kalangan Komisi III DPR mendukung penambahan anggaran untuk para mitra seperti Polri, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Hukum dan HAM serta KPK.

Penambahan anggaran untuk peningkatan profesionalisme dan peningkatan kualitas SDM dan kinerja aparat hukum di Indonesia.

"Fraksi PKB selalu mendukung kebijakan anggaran apalagi untuk peningkatan kinerja peningkatan kualitas SDM dan profesionalisme baik bagi Polri, Kejaksaan Agung dan KPK," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB, Moh. Rano Alfath di sele-sela rapat kerja di Komisi III, Senin (21/9).


Dalam rapat kerja sebelumnya, Rano menceritakan Komisi III baru menyepakati Rp 150 miliar dari usulan penambahan Rp 19 triliun oleh Polri untuk anggaran tahun 2021. Pagu anggaran Polri yang ditetapkan Kementerian Keuangan saat ini Rp 111,975 triliun.

"Kami menyoroti ajuan anggaran Program Profesionalisme SDM Rp 2,4 triliun yang sebenarnya kami kira cukup kecil dibandingkan urgensinya untuk membangun wajah Polri yang humanis dan beroreintasi mensejahterakan dan peningkatan kualitas SDM hingga ke bawah," papar Rano.

Sebagai salah satu penegak hukum di Indonesia, kehadiran Polri yang semakin profesional sangat diperlukan.

"Kami dukung melalui kebijakan anggaran, dan kami percaya Polri akan tetap bekerja maksimal, ke depan tentu kami mendukung untuk ditambahkan," kata Rano.

Selain menyoroti kebijakan anggaran bagi Polri, Rano juga menggarisbawahi serapan anggaran Kejaksaan Agung di tahun anggaran 2019.

"Serapan anggaran Kejaksaan Agung di tahun 2019 kami apresiasi dengan pelaporan yang disampaikan sangat runut dan mendetai," tandasnya.
 
Ajuan penambahan Kejaksaaan Agung sebesar Rp 2 triliun kata Rano justru perlu ditambahkan.

"Rp 350 miliar lagi untuk bangun gedung kalau disepakati pimpinan Komisi III," ujar Rano.

Soal anggaran penanganan dan penyelesaian pemulihan aset yang terkait tindak pidana sebesar RP 9,8 miliar harus menjadi kegiatan prioritas pada tahun 2021.

"Fraksi PKB menyoroti, banyak kasus kejahatan keuangan baik perbankan ataupun investasi menuntut, nah saya berharap Kejagung melakukan pemulihan aset yang nantinya aset tersebut masuk kedalam penerimaan anggaran negara hingga mampu mengurangi kerugian negara, bahkan kalau ada uang-uang masyarakat yang dirugikan karena persoalan hukum terhadap kasus korupsi, bisa dikembalikan," tutup Rano.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya