Berita

Presiden Jokowi/Net

Dunia

Di Forum PBB, Jokowi Harus Ingatkan China-AS Hentikan Ketegangan Selama Pandemi Covid-19

SENIN, 21 SEPTEMBER 2020 | 16:18 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Joko Widodo perlu mengingatkan negara-negara konflik untuk meredam amarahnya di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19) saat ini dalam sidang umum PBB yang digelar secara virtual besokn(22/9).

Begitu yang disampaikan pakar hukum Internasional Prof Hikmahanto Juwana, dalam acara diskusi virtual RMOL World View dengan tajuk ‘Trump vs Biden Siapa Masa Depan AS?’, Senin (21/9)

“Isu yang terkait dengan negara-negara harus mementingkan mereka punya konflik bersenjata, di masa pandemi sekarang ini, jangan kemudian negara-negara ini menganggap bahwa tidak ada Covid-19. Lalu mereka secara agresif perang, berkonflik antar satu dnegan yang lain. Atau pemberontakan dengan pemerintahan yang sah, kan banyak ini kita dengar,” ujar Hikmahanto.


Menurutnya, negara-negara yang berkonflik bakal memicu pelanggaran HAM. Atas dasar itulah, Presiden Jokowi perlu menyampaikan atau mengingatkan negara-negara berkonflik tersebut dalam sidang umum PBB.

“Karena apa, kalau itu (konflik) yang dilakukan, maka mereka ini tidak mendahulukan kepentingan rakyat. Pada saat sekarang ini yang penting adalah bagaimana rakyat itu bisa sehat,” katanya.

“Oleh karena itu, bapak presiden perlu menyerukan, di forum PBB ini, bahwa negara-negara yang punya konflik untuk menunda sementara, sehingga rakyat itu jangan sampai terdampak sangat luar biasa,” imbuhnya.

Rektor Universitas Achmad Yani ini mengatakan, saat ini negara China tengah agresif di Laut Cina Selatan. Sehingga memicu Amerika Serikat untuk mengerahkan angkatan lautnya dan menyerukan perang terhadap Cina.

“Karena, dalam situasi seperti ini mungkin Amerika Serikat juga dalam mengerahkan angkatan lautnya. Sebagai polisi dunia, Amerika juga sudah mulai berkurang,” ucapnya.

Kemudian, lanjut Hikmahanto, Jepang juga harus menangani masalah pandemi Covid-19 di internal negaranya yang akhirnya menguras dana mereka dan menghambat investasi di negara lain termasuk di Indonesia.

“Termasuk kita di Indonesia. Tapi China boleh dibilang mungkin sebuah negara yang ekonomi masih solid, mereka melakukan aksi-aksi di Laut China Selatan, menurut saya ini harus dikurangi China jangan kemudian seolah-olah dia mengambil manfaat ini yang juga harus disampaikan oleh Pak Jokowi,” tuturnya.

“Sehingga ketegangan-ketegangan dunia ini kita redam dulu jangan melakukan hal tersebut,” tutupnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya