Berita

Bendera Indonesia dan Palestina/Net

Dunia

Kemlu: Normalisasi Hubungan Israel Dan Dunia Arab Tak Akan Mengubah Posisi Indonesia Terhadap Palestina

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 | 14:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Normalisasi hubungan yang dilakukan oleh Israel baru-baru ini dengan dua negara Arab, yaitu Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain tidak akan mengubah posisi Indonesia terhadap Palestina.

Demikian pernyataan yang disampaikan oleh jurubicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah saat melakukan konferensi pers virtual pada Kamis (17/9).

"Saya ulangi. Normalisasi hubungan Israel-UEA dan Bahrain-Israel tidak akan mengubah posisi Indonesia tentang Palestina," ujarnya.


"Bagi Indonesia, penyelesaian isu Palestina perlu menghormati resolusi DK PBB terkait, serta parameter yang disepakati secara internasional, termasuk two states solution," sambungnya.

Selain itu, Teuku juga menekankan, setiap inisiatif perdamaian yang dilakukan tidak boleh menggagalkan keputusan yang telah dibuat berdasarkan Arab Peace Initiative atau Inisiatif Perdamaian Arab pada 2002 dan resolusi Organisasi Kerja sama Islam (OKI).

Berdasarkan Inisiatif Perdamaian Arab, negara-negara Arab hanya dapat melakukan hubungan diplomatik dengan Israel setelah masalah Palestina terselesaikan.

Dalam hal ini, Israel harus mengembalikan tanah yang didudukinya dalam perang 1967, termasuk Dataran Tinggi Golan, Yerusalem Timur dan Tepi Barat kepada Palestina.

Teuku sendiri mengatakan, Indonesia memahami niat UEA dan Bahrain yang berusaha untuk mencari cara lain dalam melakukan negosiasi. Di mana kesepakatan itu diarahkan kepada upaya untuk memulai kembali proses multilateral yang kredibel.

"Namun efektifitas kesepakatan tersebut sangat bergantung pada komitmen Israel untuk menghormatinya," tekannya.

Pada 15 September 2020, Israel bersama dengan UEA dan Bahrain telah menandatangani kesepakatan damai yang difasilitasi oleh Amerika Serikat (AS) di Gedung PUtih.

Normalisasi hubungan antara Israel dan UEA diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 13 Agustus. Sebulan kemudian, 11 September, normalisasi diikuti oleh Bahrain.

Sejauh ini, sudah ada empat negara Arab yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, di antaranya Mesir pada 1979, Yordania pada 1994, UEA, dan Bahrain.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya