Berita

Mantan Presiden Gambia Yahya Jammeh bersama isterinya Zineb Jammeh/Net

Dunia

Bantu Suami Korupsi Uang Negara, AS Bekukan Seluruh Aset Mantan Ibu Negara Gambia Zineb Jammeh

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 | 11:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah AS telah menjatuhkan sanksi pada mantan Ibu Negara Gambia, Zineb Jammeh, setelah menuduhnya melakukan korupsi selama pemerintahan suaminya, Yahya Jammeh.

Departemen Keuangan AS mengatakan bahwa Zineb diduga telah membantu suaminya dalam transfer uang ilegal, dan mengendalikan asetnya di luar negeri.

“Yahya Jammeh mencuri sekitar 50 juta dolar AS (38,4 juta euro) sebelum dia digulingkan pada tahun 2017,” menurut kementerian kehakiman Gambia, seperti dikutip dari BBC, Rabu (16/9).


Sebelumnya pasangan itu membantah telah melakukan kesalahan selama menjadi orang nomer satu di Gambia.

Kekuasaan selama 22 tahun Jammeh di Gambia, sebuah negara tujuan wisata populer karena pantainya itu telah dirusak oleh tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk pembunuhan di luar hukum, penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang.

Dia menolak untuk menerima kekalahan dalam pemilihan pada Desember 2016, sampai akhirnya  negara-negara tetangga Gambia mengirim pasukan untuk memaksanya keluar.

Dalam sebuah pernyataan, bendahara AS mengatakan dengan yakin bhawa Jammeh menggunakan sejumlah skema korup untuk merampok kas negara Gambia atau menyedot dana negara untuk keuntungan pribadinya.

“Zineb juga diyakini bertanggung jawab atas sebagian besar aset Jammeh di seluruh dunia, dan menggunakan yayasan amal sebagai perlindungan untuk memfasilitasi transfer dana tidak sah kepada suaminya,” kata pernyataan tersebut.

Dengan tuduhan tersebut, asetnya di Amerika akan diblokir dan orang-orang di AS dilarang melakukan kesepakatan properti dengannya.

“Departemen Kehakiman AS telah meminta pada Juli untuk melakukan penyitaan sebuah rumah senilai 3,5 juta dolar yang dibeli Nyonya Jammeh di negara bagian Maryland AS,” kata bendahara.

Jammeh menceraikan istri pertamanya Tuti Faal dan kemudian menikahi dua wanita lain, meskipun situs resminya hanya merujuk kepada Zineb Yahya Jammeh, yang menyandang gelar Ibu Negara.

Ia dikenal sebagai penguasa eksentrik, yang pada tahun 2007 mengklaim bahwa ia dapat menyembuhkan AIDS dan kemandulan dengan ramuan herbal. Pandangannya itu kemudian dibantah oleh para ahli kesehatan saat itu.

Yahya Abdul-Aziz Jemus Junkung Jammeh menjadi Kepala Negara Gambia dari tahun 1994-2017. Sebagai pimpinan Dewan Pemerintahan Sementara angkatan Bersenjata, ia mengontrol penuh negaranya di tangan militer saat terjadi kudeta pada Juli 1994. Ia lahir di Kanilai. Orangtuanya adalah imigran dari Senegal. 

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya