Berita

Presiden China, Xi Jinping/Net

Dunia

AS Kirim Lagi Pejabat Tinggi Ke Taiwan, China Makin Ngamuk

SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 | 13:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rencana kunjungan pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) ke Taiwan untuk menjalin kerja sama ekonomi membuat China semakin naik pitam.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin dalam briefing pers pada Senin (14/9) mengatakan, tindakan AS tersebut dapat menyebabkan kerusakan yang serius dalam hubungan diplomatik kedua negara.

"Kami mendesak AS untuk menghentikan semua bentuk pertukaran resmi dengan Taiwan, untuk menghindari kerusakan serius pada hubungan China-AS dan perdamaian serta stabilitas di seluruh Selat Taiwan," ujar Wang, seperti dikutip AP.


Sebelumnya, media lokal Taiwan melaporkan, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pertumbuhan Ekonomi, Energi, dan Lingkungan, Keith Krach direncanakan untuk mengunjungi Taipei pada akhir pekan ini untuk melancarkan negosiasi ekonomi dengan pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen.

Kunjungan Krach kemungkinan akan memicu kemarahan lebih lanjut dari China. Mengingat Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menantang setiap kontak resmi negara lain dengan pulau itu.

Kemarahan Beijing terlihat ketika Menteri Kesehatan AS, Alex Azar berkunjung ke Taiwan pada bulan lalu untuk membahas kerja sama penanganan wabah Covid-19. Azar menjadi pejabat Kabinet AS tingkat tertinggi yang pernah berkunjung ke Taiwan sejak putusnya hubungan formal keduanya pada 1979, di mana AS menerima kebijakan "Satu China" dengan Beijing.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan AS dan China berada pada titik terendahnya, di mana kedua negara berselisih pada banyak isu. Di antaranya adalah UU keamanan nasional Hong Kong, perdagangan, keamanan siber, teknologi, hingga pandemi Covid-19.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya