Berita

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar anas (kanan)/Net

Nusantara

Per 12 September, 171 Santri Blokagung Banyuwangi Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2020 | 01:15 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Jumlah kasus sembuh covid-19 Banyuwangi, Jawa Timur terus bertambah. Kali ini, sebanyak 80 santri dari klaster pondok pesantren kembali dinyatakan sembuh.

"Sehingga pada hari ini, tercatat ada 171 santri yang telah dinyatakan sembuh dari total pasien sembuh yang sebanyak 291 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono, Sabtu (12/9) seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJatim.

Masa karantina klaster covid-19 Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi sendiri berakhir pada hari ini.


Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan membuka karantina ponpes usai menjalani karantina selama 2 pekan.

"Dengan berakhirnya masa karantina malam ini, semua santri besok akan dinyatakan sembuh. Kecuali yang masih menujukkan gejala, akan kita tambah karantinanya lima hari ke depan," kata Rio.

Dia menyebut pada hari ini ada penambahan 38 kasus konfirmasi baru. Sehingga total kasus covid di Banyuwangi menjadi 1012. Dalam perawatan 690 orang, dan meninggal 31.

"Kami terus mengingatkan warga masih tingginya potensi penyebaran virus corona di sekitar kita. Selama tingga minggu terakhir penambahan kasus baru terus terjadi dari transmisi lokal. Ini artinya membutuhkan disiplin yang lebih tinggi dari semua pihak," kata Rio.

Rio juga mengungkapkan adanya tenaga kesehatan yang terpapar virus corona di salah satu rumah sakit milik pemerintah. "Tracing sudah dilakukan oleh satgas covid ke seluruh karyawan rumah sakit. Langkah penanganan terus kita lakukan," kata dia.

Secara khusus Rio menyebut pentingnya kewaspadaan terhadap klaster kantor. Akhir-akhir ini, kata dia, mulai muncul beberapa kasus di perkantoran.

"Seperti hari ini, kami umumkan adanya sejumlah ASN yang terpapar virus corona dan mereka rekan kerja satu kantor. Ini menjadi alarm buat kita semua, bahwa meski teman sekantor, tetap kita harus waspada. Jangan remehkan," kata Rio.

Untuk itu, Rio terus mengimbau pentingnya penerapan protokol kesehatan di manapun berada. Ini penting dilakukan untuk mencegah transmisi lokal covid.

“Siapapun, saat ini wajib waspada dan benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan baik karena kasus covid 19 di Banyuwangi terus naik. Siapa pun sangat mungkin terinfeksi covid. Transmisi lokal sangat mungkin terjadi,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan work from home (WFH) di lingkup kantor pemerintahan pemkab. Anas meminta agar setiap rapat atau pertemuan kantor dilakukan outdoor, di ruangan terbuka atau ruangan yang memiliki sirkulasi adara yang lancar.

Selain itu, Pemkab juga kembali melakukan pembatasan jam operasional pertokoan untuk menekan laju penyebaran virus corona, seperti yang pernah dilakukan pada saat masa awal pandemi. Pembatasan juga dilakukan pada kegiatan warga yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti pernikahan dan sunatan.

Secara khusus Anas juga meminta masyarakat untuk lebih perhatian pada warga yang usia lanjut maupun warga yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, ginjal, dan hipertensi. Infeksi virus corona akan meningkatkan resiko bagi orang yang sebelumnya memiliki komorbid (penyakit penyerta).

"Secara khusus, kami minta tolong agar warga lebih memperhatikan orang tua dan mereka yang memiliki penyakit penyerta. Tolong dijaga dan diperhatikan lebih, upayakan membatasi aktivitas mereka di luar. Mereka sangat rentan, perlu kita jaga," kata Anas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya