Berita

Asmapi saat berkunjung ke Kantor MUI/Ist

Politik

Asmapi Desak MUI Segera Tentukan Panglima Masiroh Kubro

RABU, 09 SEPTEMBER 2020 | 16:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Umat Islam sudah tidak sabar menanti tindak lanjut dan bukti konkres dari maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal masiroh kubro atau aksi besar-besaran.

Begitu tegas Presidium Aliansi Selamatkan Merah Putih (Asmapi) Edy Mulyadi saat berkunjung ke Kantor MUI, Rabu (9/9).

Masiroh kubro sempat disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta KH Munahar Muchtar. Dia tegas menyebut bahwa berdasarkan maklumat MUI pusat dan MUI Provinsi se-Indonesia, RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dibatalkan, bukan ditunda. Jika tidak dilakukan maka akan dilakukan aksi besar-besaran.


Edy Mulyadi meminta MUI untuk segera menentukan waktu masiroh kubro tersebut sekaligus menetapkan siapa panglimanya. Dia tidak ingin maklumat MUI dianggap sebatas bluffing atau gertak sambal oleh pemerintah

Edy Mulyadi juga menjelaskan bahwa umat sudah tidak sabar untuk ikut serta dalam aksi tersebut. Sebab, kejahatan penguasa terhadap negara dan rakyat Indonesia, khususnya umat Islam sudah terlampaui banyak.

"Pemerintah, baik di eksekutif, yudikatif, maupun legislatif secara berjamaah telah bekali-kali melanggar konstitusi. Mereka terang-terangan mengeluarkan peraturan dan perundangan yang melabrak pembukaan dan pasal 2 di UUD 1945,” ujarnya.

“Antara lain, disahkannya UU Minerba dan UU 2/2020 tentang Covid-19. Selain itu, juga ada RUU HIP, RUU BPIP, RUU Omnibus law. Semua itu tidak bisa dibiarkan,” sambung Edy Mulyadi.

Menurutnya, jika MUI terus menunda-nunda penetapan masiroh kubro dan panglimanya, dikhawatirkan rakyat dan ummt yang tidak sabar akan bertindak sendiri-sendiri menghentikan kezaliman penguasa.

Wakil Sekjen MUI, KH. Najamuddin Ramli yang menemui Asmapi mengurai bahwa sikap MUI terhadap RUU HIP dan RUU BPIP sudah jelas, yaitu tidak ada kompromi dan MUI menolak total.

Sementara mengenai masiroh kubro, Najamuddin mengurai bahwa MUI sudah lima kali menggelar rapat khusus. Namun belum terjadi suara yang bulat.

“Jadi, mohon sabarlah sedikit. Tunggu. Mudah-mudahan sebentar lagi ada kepastian. Insya Allah," pungkasnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya