Berita

Kepala Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief/Net

Politik

Andi Arief: Kerja Yang Serius, Kunci Dulu Mulut Orang Sekitar Agar Jangan Banyak Bicara Pancasila!

SENIN, 07 SEPTEMBER 2020 | 13:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penanganan kesehatan Covid-19 dan pemulihan ekonomi harus seimbang. Keduanya harus dilakukan secara tepat.

Begitu kata Kepala Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief menanggapi pernyataan terbaru Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut penanganan pandemik Covid-19 harus diutamakan setelah pemulihan ekonomi.

"Harus dua-duanya. Penanganan corona serius dan pemulihan ekonomi yang tepat," kata Andi Arief, Senin (7/9). 


Andi Arief turut menyesalkan penanganan pemerintah yang salah di awal pandemi Covid-19 terjadi di tanah air.  Pemerintah, seharusnya lebih sigap dalam menanggapi krisis kembar (kesehatan dan ekonomi) di awal.

Kini salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah agar penanganan corona tidak semakin kacau adalah dengan “mengunci” mulut orang-orang di sekitar kepala negara agar dia fokus pada penanganan pandemi Covid-19. 

"Sudah ada krisis kembar akibat salah penanganan di awal. Kerja serius, mulut orang sekitar dikunci jangan terlalu banyak bicara Pancasila. Yang melahirkan Pancasila aja bingung, apalagi yang hidup saat ini," demikian Andi Arief. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan penanganan pandemik Covid-19 harus diutamakan ketimbang persoalan ekonomi. Menurutnya, jika kesehatan tertangani secara otomatis ekonomi akan membaik. 

"Kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik. Artinya fokus kita tetap nomor satu adalah kesehatan, adalah penanganan Covid. Karena memang kuncinya ada di sini," ujar Jokowi dalam Rapat Paripurna Kabinet Indonesia Maju bertajuk "Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Tahun 2021", di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/9).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya