Berita

Guspardi Gaus ingatkan Puan Maharani untuk lebih berhati-hati dalam membuat pernyataan di depan publik/Net

Politik

Guspardi Gaus: Jangan Samakan PDIP Dengan Pancasila, Enggak Ada Relevansinya

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2020 | 09:21 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sejumlah tokoh asal Sumatera Barat geram dengan pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani. Ketua DPR RI itu  mengatakan, 'Semoga Sumbar dukung negara Pancasila'.

Anggota DPR RI asal Sumbar, Guspardi Gaus, menyayangkan kalimat tersebut terlontar dari kader sebuah partai besar di Indonesia. Dia pun mengingatkan Puan untuk lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan di ranah publik.

“Ke depan kita berharap jangan terjadi lagi, ucapan yang menyakiti dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat, masyarakat apapun. Karena kita jadi pejabat negara ini, omongan kita itu di-bully dsb,” kata Guspardi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (4/9).


“Saran saya, berharap supaya Ibu Puan dalam mengeluarkan statement untuk berhati-hati,” imbuhnya.

Legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan, pernyataan Puan seakan-akan menyiratkan bahwa PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai Pancasila.

Secara tegas, Guspardi tidak sepakat dengan pernyataan Puan dan Megawati soal Sumbar saat pengumuman cagub cawagub di Pilkada Serentak 2020 tahap V secara virtual.

“Itu beda yang dikeluhkan Ibu Mega kenapa belum juga orang Minang orang Sumatera Barat kepada PDIP. Lain, jangan samakan PDIP dengan Pancasila. Enggak ada relevansinya. Ibu Mega kan jelas mengatakan, di virtual itu,” tandasnya.

Sebelumnya, Puan Maharani mengumumkan nama Mulyadi-Ali Mukhni yang diusung PDIP di Pilkada Sumatera Barat 2020. Meskipun keduanya itu bukan dari PDIP, Puan berharap pasangan Mulyadi-Ali bisa memenangkan pilkada di Ranah Minang.

"Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila," kata Puan saat mengumumkan 21 pasangan calon kepala daerah tahap V yang diusung PDIP pada Pilkada Serentak 2020, secara virtual, Rabu (2/9).

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya