Berita

Ilustrasi

Politik

Energy Watch: Percepatan Penggunaan Energi Surya BUMN Jadi Solusi Energi Terbarukan

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 | 13:51 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah membentuk tim percepatan pengembangan dan pemanfaatan energi surya di BUMN dengan nomor SK-252/MBU/07/2020 per tanggal 27 Juli 2020.

Tim ini bertujuan untuk menggenjot pemanfaatan potensi energi alternatif yaitu penggunaan energi matahari yang memiliki potensi besar dan dapat menghemat energi nasional dan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, pembentukan tim tersebut di BUMN yang diketuai langsung oleh Erick Thohir sebagai pengarah itu merupakan sebuah solusi dalam rangka mendukung penggunaan energi terbarukan.


“Saya kira kalau dengan wacana itu dan bisa jadi solusi atau pun satu langkah yang bagus dari Kementerian BUMN dalam rangka mendukung renewable energy,” ujar Mamit dalam keterangannya, Selasa (3/9).

Menurut Mamit, selama ini pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia terbilang masih belum menjadi prioritas pemerintah, sehingga masih tertinggal dengan negara lain.

Namun, meskipun tertinggal setidaknya pembentukan tim ini menjadi satu upaya untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

“Apalagi kita saat ini memang sangat tertinggal sekali terkait dengan energi baru terbarukan ini, karena sejauh ini masih menjadi kalau bahasa saya EBT ini masih menjadi anak tiri belum menjadi prioritas dari pemerintah, meskipun berat untuk dicapai tapi setidaknya ini menjadi satu upayalah ya, untuk mengejar ketertinggalan tersebut,” katanya.

Mamit berharap, ke depan pemerintah dapat memanfaatkan potensi-potensi yang ada, di mana sudah banyak inovasi ataupun teknologi-teknologi yang bisa digunakan sehingga pengembangan EBT bisa lebih massif dan maksimal.

“Saya kira dengan kondisi sekarang, di mana memang sudah banyak inovasi ataupun teknologi-teknologi, misalkan kita punya potensi-potensi lokal seperti Biomassa, terus juga solar panel ataupun yang lainya, yang bisa digunakan sebagai upaya kita untuk mengejar ketertinggalan,” jelasnya.

Kemudian pemanfaatan gas secara maksimal yang sejauh ini cukup banyak dimiliki Indonesia, misalnya seperti PLN mengurangi pembangkitnya menggunakan bahan bakar diesel dapat diganti dengan tenaga uap atau gas.

“Kita bisa masifkan dan bisa perkuat lagi, belum lagi kita juga punya gas yang sejauh ini cukup banyak dan ini seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal misalkan oleh PLN,” bebernya.

Selain itu, Mamit juga meminta pemerintah untuk memberikan stimulus bagi penggunaan energi terbarukan dan kepastian hukum terkait dengan EBT yang sampai saat ini belum selesai dibahas, agar pemanfaatan energi terbarukan berjalan secara maksimal.

“Terkait dengan UU EBT yang sampai saat ini belum selesai, saya kira alangkah lebih baiknya kalau bisa diselesaikan secepatnya karena bicara tentang kepastian hukum, untuk kedepannya nanti,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Indonesia terletak di sepanjang garis khatulistiwa dengan iradiasi energi matahari rata-rata 4,80 kWh per m2 per hari. Sehingga energi matahari menjadi pilihan yang baik sebagai alternatif sumber energi.

Namun ironisnya, secara nasional di Indonesia pemanfaatan PLTS masih kurang dari 200 mega watt (MW) dari total 207,8 giga watt potensi yang dimiliki.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya