Berita

Pulau Socotra, Yaman/Net

Dunia

Bangun Pangkalan Intelijen Di Pulau Socotra, Ini Tujuan Israel Dan UEA

RABU, 02 SEPTEMBER 2020 | 15:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pembangunan pangkalan intelijen oleh Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) di Pulau Socotra, Yaman ditujukan untuk memantau sejumlah negara dan kawasan strategis.

Setelah mengumumkan kesepakatan damai dan normalisasi hubungan, UEA dan Israel dilaporkan JForum tengah membangun pangkalan intelijen di Pulau Socotra, Yaman.

Socotra merupakan pulau yang menghadap ke Selat Bab al-Mandab yang strategis. Itu adalah jalur pelayaran utama yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden dan Laut Arab.


Sejak Mei 2018, UEA sudah mengerahkan ratusan pasikan ke pulau strategis tersebut yang memicu keretakan hubungan dengan pemerintah Yaman yang menolak pengerahannya.

Menurut sejumlah pengamat politik dan konflik strategis, pembangunan pangkalan intelijen UEA dan Israel di Pulau Socotra memiliki tujuan yang sangat besar.

Memantau Pergerakan Iran dan China

Profesor resolusi konflik internasional di Institu Studi Pascasarjana Doha, Ibrahim Fraihat mengatakan, pangkalan intelijen yang dibangun oleh Israel dan UEA bertujuan untuk memantau aktivitas Iran di Teluk Aden serta membatasi hubungan Teheran dengan pemberontak Houthi.

"Pembentukan pangkalan ini merupakan indikator tambahan bahwa kesepakatan UEA-Israel dimaksudkan untuk membentuk aliansi yang kokoh, tidak hanya menormalkan hubungan," jelasnya kepada Anadolu Agency, Rabu (2/9).

Selain itu, Fraihat juga percaya, pangkalan tersebut dimaksudkan untuk menjaga aktivitas ekonomi China di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

"Pangkalan ini memberikan layanan keamanan penting kepada AS terkait aktivitas ekonomi China, terutama perdagangannya dengan Eropa," jelasnya.

"Trump terlibat dalam perang dagang dengan China dan perlu memantau aktivitas komersial China," tambahnya.

Menempatkan Pakistan di Bawah Radar Israel

Analis India, Haidar Abbas percaya pangkalan intelijen tersebut juga digunakan untuk mengawasi Pakistan. Pasalnya, ketika dibangun, pangkalan militer tersebut bukan hanya menjadi milik UEA atau Israel, namun juga AS.

"Skenario yang berubah dengan cepat ini mengubah situasi dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti Pakistan yang berarti China, sekarang berada di bawah radar Israel," katanya.

"Jika sabotase terjadi di Gwadar maka Pakistan-China akan menyalahkan Israel dan negara-negara Teluk secara setara, karenanya, hubungan Pakistan dengan negara-negara Teluk akan tegang selamanya," jelasnya.

Membangun Segitiga India-UEA-Israel

Salah satu tujuan utama didirikannya pangkalan intelijen tersebut adalah untuk membentuk kerja sama trilateral antara India-UEA-Israel yang akan mengubah dinamika kawasan Asia Selatan.

Begitu yang disampaikan oleh Profesor Syed Qandil Abbas dari Universitas Azam di Islamabad.

“Jika segitiga India-UEA-Israel muncul maka itu akan mengubah dinamika kawasan Asia Selatan juga. Melawan Iran bisa menjadi salah satu tujuan utama," katanya.

Usaha patungan UEA-Israel di Socotra akan menjadi upaya untuk memantau pergerakan angkatan laut Iran di wilayah tersebut serta memeriksa lalu lintas laut dan udara di wilayah selatan Laut Merah.

"Jika kesepakatan Israel-UEA memasukkan India juga, maka segitiga ini dapat menjadi ancaman serius bagi Pakistan, satu-satunya negara nuklir di dunia Muslim," katanya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya