Berita

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus/Net

Dunia

Saat Mediterania Memanas AS Cabut Embargo Senjata Untuk Siprus, Turki: Itu Meracuni!

RABU, 02 SEPTEMBER 2020 | 07:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah memanasnya situasi antara Turki dan Yunani di kawasan Mediterania Timur, Amerika Serikat pada hari Selasa (1/9) mengumumkan bahwa mereka akan mencabut embargo senjata yang telah terjadi selama tiga dekade di Siprus untuk mengizinkan barang-barang militer 'tidak mematikan' dijual ke pulau Mediterania.

Dalam sebuah langkah yang mendapat teguran langsung dari Turki, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo memberi tahu Presiden Republik Siprus Nicos Anastasiades tentang perubahan tersebut melalui panggilan telepon pada hari Selasa (1/9).

Dengan dicabutnya embargo tersebut, mulai 1 Oktober mendatang AS akan menghapus pemblokiran selama satu tahun atas penjualan atau pengalihan barang dan jasa pertahanan tidak mematikan ke negara tersebut.


"Pompeo juga menegaskan kembali dukungan AS untuk penyelesaian komprehensif untuk menyatukan kembali pulau itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus, seperti dikutip dari AFP, Rabu (2/9).

Pengumuman itu muncul di tengah lonjakan ketegangan di Mediterania timur antara Turki dan Yunani mengenai perbatasan maritim dan hak pengeboran gas, yang juga melibatkan Siprus yang bersekutu dengan Athena.

Baik Yunani dan Turki melakukan latihan angkatan laut di daerah itu untuk menegaskan klaim kedaulatan mereka, dan Uni Eropa memperingatkan Ankara Jumat untuk mundur atau menghadapi sanksi Uni Eropa.

Amerika Serikat memberlakukan embargo senjata pada tahun 1987, dengan harapan dapat mendorong penyatuan kembali pulau tersebut, yang sekitar sepertiganya dikuasai oleh Turki sejak invasi tahun 1974.

Tetapi embargo itu kontraproduktif dan hanya mendorong pemerintah Siprus untuk membuat aliansi dengan negara lain tanpa membuat kemajuan dalam reunifikasi.

Senator Demokrat Bob Menendez mengatakan langkah itu mengakui pentingnya hubungan AS dengan Siprus, yang disebutnya mitra strategis yang dapat diandalkan bagi bangsa Amerika.

"Ini adalah kepentingan keamanan nasional kami untuk mencabut pembatasan senjata yang telah berlangsung puluhan tahun dan memperdalam hubungan keamanan kami dengan Republik Siprus," katanya dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan langkah AS itu telah meracuni perdamaian dan stabilitas lingkungan di kawasan dan tidak sesuai dengan semangat aliansi antara Amerika Serikat dan Turki.

"Jika Washington tidak berbalik arah, Turki, sebagai negara penjamin, akan mengambil langkah-langkah balasan yang diperlukan untuk menjamin keamanan rakyat Siprus Turki, sejalan dengan tanggung jawab hukum dan sejarahnya," kata Kemenlu Turki menanggapi keputusan AS tersebut.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya