Berita

Penasihat Negara sekaligus Menteri Luar Negeri China Wang Yi /Net

Dunia

Tiga Resep Perkuat Hubungan China-Norwegia Ala Menlu Wang Yi

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 | 09:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Usai kunjungi Italia dan Belanda Penasihat Negara sekaligus Menteri Luar Negeri China Wang Yi tiba di Oslo dan langsung melakukan pembicaraan bersama Menteri Luar Negeri Norwegia, Ine Eriksen Soreide.

Wang mengatakan bahwa sementara pandemik Covid-19 global belum berakhir, China dan Norwegia telah melakukan komunikasi tatap muka. Menurutnya ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan masing-masing dalam mengalahkan epidemik, tetapi sebagai tanda akan dimulainya kembali kerja sama dua negara yang saling menguntungkan di berbagai bidang.

"China dan Norwegia harus memperkuat solidaritas dan saling berkoordinasi serta bekerja sama, sehingga dapat memainkan peran konstruktif dalam mempercepat pemulihan ekonomi dunia dan memenuhi tantangan global," kata Wang, seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (28/8).


Dalam pertemuan tersebut, Wang juga mengajukan tiga saran untuk memajukan hubungan antara China-Norwegia.

Pertama, kedua belah pihak harus saling memahami aspek dominan dari perkembangan hubungan China-Norwegia yang sehat dan stabil. Mematuhi prinsip saling menghormati dan perlakuan yang sama, menjaga kepentingan inti dan perhatian utama satu sama lain, serta menangani masalah sensitif terkait dengan benar. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah terganggunya lagi momentum baik yang diperoleh dengan susah payah dari hubungan bilateral kedua negara.

Kedua, China dan Norwegia harus memahami nada utama kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua negara, yang memiliki potensi besar dan ruang yang besar.

Wang juga mengatakan bahwa China bersedia bekerja sama dengan Norwegia untuk menyelesaikan negosiasi perjanjian perdagangan bebas bilateral sesegera mungkin, bernegosiasi dan menandatangani dokumen tentang pembentukan 'kemitraan biru'.

"China setuju untuk memperkuat kerja sama dalam olahraga musim dingin dan bidang lainnya, dan memberikan yang keadilan yang terbuka serta lingkungan bisnis yang tidak diskriminatif bagi perusahaan dari kedua belah pihak," kata Wang.

Ketiga, kedua negara harus memahami tema utama menjaga multilateralisme bersama. Baik China maupun Norwegia adalah penerima manfaat dan pendukung globalisasi, multilateralisme, dan perdagangan bebas, serta menentang unilateralisme dan proteksionisme.

Kedua belah pihak harus mengimplementasikan Agenda 2030 untuk melakukan program pembangunan berkelanjutan dengan baik dan mempromosikan implementasi efektif Perjanjian Paris tentang perubahan iklim, dan bersama-sama membangun ekonomi dunia terbuka.

Sementara itu, Soreide mengatakan bahwa semua kalangan di Norwegia mementingkan penguatan kerja sama dengan China, dan sangat penting bagi Norwegia untuk melanjutkan pertukaran bilateral dengan latar belakang memerangi epidemi.

"Norwegia berharap dapat memperkuat pengembangan vaksin dan kerja sama maritim dengan China, menyelesaikan negosiasi perjanjian perdagangan bebas antara kedua negara secepatnya, memperkuat pertukaran dan kerja sama dalam olahraga musim dingin, dan mendukung China dalam menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin 2022 dengan sukses," kata Soreide.

Dia mengatakan bahwa Norwegia menghargai kepentingan dan perhatian China dan bersedia membahas masalah yang relevan dengan China dalam semangat saling menghormati.

"Norwegia selalu mendukung multilateralisme dan menganjurkan mempromosikan perdagangan bebas global dan menjaga ketertiban internasional," katanya.

Di tengah meningkatnya ketidakstabilan global, Norwegia berkeinginan untuk bergandengan tangan dengan komunitas internasional, termasuk China, untuk lebih banyak melakukan kerjasama internasional.

Keduanya juga bertukar pandangan mendalam tentang masalah internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama.

Norwegia menjadi negara ketiga yang dikunjungi Wang dalam tur Eropa-nya. Usai Norwegia, Prancis dan Jerman akan menjadi destinasi berikutnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya