Berita

Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami berdiri di samping rudal jarak pendek/Net

Dunia

Intelijen Jerman: Iran Punya Mata-mata Untuk Dapatkan Informasi Rahasia Persenjataan Pemusnah Massal

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 | 06:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Iran berupaya mendapatkan informasi mengenai perlengkapan persenjataan di Jerman untuk memajukan program senjata pemusnah massalnya. Isu itu telah terdengar sejak lama, dan Badan Intelijen negara Jerman telah memastikan kembali laporan itu.

Departemen Perlindungan Konstitusi Saarland mengatakan Iran adalah salah satu dari tiga negara asing yang berusaha memajukan program senjata pemusnah massalnya di tanah Jerman.

Saarland adalah sebuah negara bagian Jerman, dengan ibu kotanya Saarbrücken.


Saarland didominasi oleh aktivitas industrinya yang sangat berkembang. Industri dan pertambangan menyumbang sebagian besar produk domestik bruto , diikuti oleh jasa dan perdagangan, transportasi, dan pertanian.

"Iran, Pakistan, dan Suriah, melakukan upaya untuk mendapatkan berbagai perlengkapan dan informasi untuk pengembangan lebih lanjut mengenai senjata pemusnah massal dan sistem pengirimannya," kata departemen itu, seperti dikutip dari TN, Jumat (28/8).

Badan tersebut, yang beroperasi di bawah kementerian dalam negeri, mengatakan Jerman tetap menjadi target utama spionase negara asing.

Selain Iran, mereka menyebut Rusia, China, dan Turki sebagai negara asing dengan rekam jejak operasi mata-mata di negara Eropa tersebut. Ankara, khususnya, dikatakan ingin sekali memperluas jaringan informasi dan pengaruh rahasia.

"Badan intelijen negara-negara ini hadir dengan berbagai tingkat kepegawaian di masing-masing perwakilan resmi dan semi-resmi di Jerman dan mempertahankan apa yang disebut tempat tinggal resmi di sana," ujar pernyataan departemen itu.

Laporan itu menguraikan sekarang staf intelijen asing, yang diduga bekerja sebagai diplomat atau jurnalis, akan mengumpulkan informasi, baik secara terbuka atau melalui cara-cara rahasia.

Para aktor negara ini juga akan memberikan dukungan dalam operasi intelijen yang dilakukan langsung oleh markas besar badan intelijen di negara asalnya.

"Fokus kegiatan pengadaan masing-masing didasarkan pada persyaratan politik atau prioritas ekonomi saat ini," tambahnya.

Laporan lain sebelumnya oleh badan intelijen domestik tingkat negara bagian yang bekerja dalam sistem federal Jerman, dalam beberapa tahun terakhir, melaporkan bahwa Iran telah menggunakan jaringan mata-matanya untuk memajukan program senjata nuklirnya.

Bukti tampaknya bertentangan dengan dukungan berkelanjutan Berlin untuk perjanjian nuklir 2015 dengan Teheran, di mana yang terakhir berjanji untuk menyerahkan rancangannya pada program senjata nuklir dengan imbalan keringanan sanksi.

Laporan Saarland baru-baru ini merinci bagaimana Iran telah mempertahankan ‘fokus utama’ pada "kemungkinan aktivitas terkait proliferasi [nuklir]".

Beberapa hari lalu, Teheran mengatakan akan mengizinkan pengawas masuk ke dua lokasi di mana Iran dituduh menyimpan atau menggunakan bahan nuklir yang tidak diumumkan.

Evaluasi serangan dunia maya juga menunjukkan keterlibatan Iran baik karena tujuan akhir dari spionase elektronik atau tingkat kecanggihannya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya