Berita

Aksi vandalisme, bangunan disemprot merah, melambangkan darah warga Palestina, oleh aktivis Palestine Action/Net

Dunia

Pabrik Senjata Israel Elbit Systems Di Inggris Digeruduk Aktivis Palestine Action

JUMAT, 28 AGUSTUS 2020 | 07:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah pabrik senjata milik Israel, Elbit-Ferranti di kota Oldham Inggris menjadi sasaran para aktivis Palestine Action yang melakukan aksi vandalisme dengan menyemprotkan cat merah ke pintu dan jendela pabrik.

Lewat aksi itu para aktivis menulis berbagai pernyataan seperti 'Shut Elbit Down', 'War Criminals', 'Tested on Palestinians, used in Kashmir' dan 'We will back' di dinding-dinding pabrik tersebut.

Sebelumnya para aktivis telah berkampanye menentang kehadiran Elbit di Oldham namun aksi mereka tak mendapat respon dan tindakan nyata yang diambil terhadap perusahaan oleh dewan atau pemerintah hingga saat ini.


Sebelum peluncuran Aksi Palestina, aktivis yang berbasis di Oldham mengadakan lebih dari sepuluh pertemuan di pusat kota Oldham untuk menyoroti kekejaman yang dilakukan oleh perusahaan, seperti dikutip dari Memo, Kamis (27/8).

Lima demonstrasi telah digelar di mana para aktivis mengorganisir petisi mengumpulkan tanda tangan terhadap produsen senjata Israel. Peringatan bulanan juga diadakan di luar Elbit Ferranti selama setahun terakhir.

Pada Juli 2019, para aktivis menggelar pendudukan atap pabrik selama tiga hari yang memicu pro dan kontra masyarakat lokal terhadap pabrik tersebut.

Elbit Systems adalah perusahaan senjata swasta terbesar di Israel . Para aktivis mengklaim bahwa senjata mereka dipasarkan sebagai 'uji lapangan' pada warga sipil Palestina, terutama warga Gaza yang sebagian besar adalah anak-anak dan pengungsi.

Elbit dikatakan telah memasok 85 persen dari drone yang digunakan dalam perang di Gaza pada tahun 2014, di mana lebih dari 2.200 warga Palestina yang 500 di antaranya anak-anak tewas hanya dalam 50 hari.

Perusahaan senjata Israel itu disebut memiliki sepuluh lokasi di seluruh Inggris.

Palestine Action berfokus pada penargetan semua situs mereka sampai ditutup. Seorang anggota Palestine Action mengutuk pemerintah Inggris karena mengizinkan Elbit melanjutkan operasinya di Inggris.

"Sementara pemerintah kami terus menutup mata terhadap Sistem Elbit yang terus melanggar hukum untuk memproduksi senjata untuk kejahatan perang Israel terhadap rakyat Palestina," kata para aktivis dalam sebuah pernyataan.

“Kami juga akan terus mengganggu dan melanggar hukum demi hak asasi manusia, keadilan dan martabat. Kami tidak akan berhenti, dan kami akan terus meningkatkan tindakan kami sampai keterlibatan Sistem Elbit dalam kejahatan perang dan apartheid di Inggris ditutup.”

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya