Berita

Menkeu Sri Mulyandi di DPR/Net

Politik

Sri Mulyani: Subsidi Rp 600 Ribu Bagi Pekerja Bergaji Di Bawah Rp 5 Juta Mulai Disalurkan

SELASA, 25 AGUSTUS 2020 | 00:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah telah merealisasikan subsidi Rp 600ribu per bulan selama empat bulan kepad para pekerja yang gajinya di bawah Rp 5 juta per bulan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani di hadapan anggota Komisi XI DPR RI saat rapat kerja bersama menyampaikan bahwa program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan memberikan 15,7 juta pekerja anggota BPJS Ketenagakerjaan yang pendapatannya di bawah Rp 5juta dan terdaftar di dalam Jamsostek yaitu BPJS Ketenagakerjaan per Juni 2020 dan telah memiliki nama dan nomor rekening.

“Data kepersertaan BP Jamsostek dan instansi terkait yang merupakan sumber datanya juga ada isu seperti guru honorer yang dimasukkan di dalam mereka yang mendapatkan manfaat ini baik yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan maupun yang sekarang dalam proses penyempurnaan database yang ada di Kemendikbud maupun Menpan RB,” ujar Sri Mulyani di ruang rapat Komisi XI, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (24/9).


Menkeu dua periode ini menambahkan, anggaran yang disiapkan oleh pemerintah dalam program  ini senilai Rp 37,87 triliun dan sudah dikeluarkan dalam dokumen anggaran atau DIPA.

“Bantuannya adalah sama standar Rp 600.000 per bulan untuk 4 bulan, untuk ini dilakukan transfer langsung dalam dua kali penyaluran,” katanya.

Dia mengatakan, untuk tahap awal, pemerintah telah mengeluarkan dana tersebut dan membagiknnya kepada para pekerja di bawah Rp 5 juta mulai Senin (24/8).

“Jadi berbeda dengan Banpres produktif yang ini adalah dua kali transfer dan untuk ini Kementerian Tenaga Kerja Sudah mengeluarkan Permenakarnya dan DIPA sudah diterbitkan sehingga mulai 24 Agustus ini sudah mulai bisa disalurkan tahap pertamanya,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya