Berita

Petugas keamanan dari Satpol PP membongkar paksa tenda yang dipakai ratusan petani dari Deliserdang untuk berteduh di depan Istana Negara/Repro

Nusantara

Tenda Dibongkar Paksa Satpol PP, Ratusan Petani Tetap Bertahan Di Depan Istana Tanpa Atap

SENIN, 24 AGUSTUS 2020 | 17:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Perjuangan ratusan petani asal Desa Simalingkar dan Sei Mencirim, Sumatera Utara, untuk mendapatkan keadilan benar-benar berat. Bahkan, saat sudah berada di Jakarta dengan harapan bisa menyampaikan aspirasi kepada Presiden Joko Widodo, tantangan yang dihadapi tak kunjung berhenti.

Saat ini ratusan petani tersebut harus bertahan di depan Istana Negara tanpa ada atap yang melindungi badan dan kepala mereka.

Pasalnya, tenda yang digunakan untuk berteduh sekaligus aksi teatrikal Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) yang tergabung dalam Gerbang Tani itu dibongkar paksa pihak keamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Senin (24/8).


Ketua Dewan Pembina yang juga koordinator aksi Gerbang Tani, Aris Wiyono mengatakan, pihaknya terpaksa mengalah saat tenda yang baru saja didirikan di seberang Istana Negara itu dibongkar paksa oleh aparat Satpol PP.

"Sudah didirikan (tenda). Iya tadi mau ribut cuma (kita) ngalah," kata Aris Wiyono kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin (24/8).

Momen pembongkaran paksa tenda para petani itu terekam dalam video berdurasi 8 menit 59 detik yang berhasil didokumentasikan oleh petani dan diteruskan kepada Redaksi.

Dalam video itu, raut wajah petani yang murung, pasrah, dan sedih tampak jelas saat petugas keamanan membongkar tali tenda satu persatu.

"Sudah terbiasa kami panas Pak," teriak salah seorang Ibu petani yang berusaha tegar meski tenda untuk berteduh tersebut dibongkar.    

Namun, pihak keamanan tampak tidak menghiraukan teriakan petani dan terus membongkar satu persatu tali yang penyanggah tenda hingga berhasil dibongkar.

Meski tenda mereka telah dibongkar, ratusan petani yang mengenakan topi tani itu tetap duduk di atas terpal berwarna biru tanpa atap.

Mereka lantas mendengungkan lagu 'Darah Juang' dengan lirih, "Di sini negeri kami, tempat padi terhampar, samuderanya kaya raya, tanah kami subur tuan".

Sekadar informasi, para petani ini telah berjalan kaki sejauh 1.800 km dari Medan, Sumatera Utara, menuju Jakarta.  

Setibanya di Jakarta, ratusan petani ini terus mencari keadilan dengan melakukan audiensi ke Kementerian BUMN, Kementerian ATR/BPN, hingga puncaknya hari ini menggelar aksi unjuk rasa di seberang Istana Negara.

Mereka menuntut hak atas tempat tinggal dan lahan yang telah dirampas oleh PTPN II. Kemudian, mereka juga meminta Presiden Joko Widodo untuk memberikan redistribusi tanah bagi petani Simalingkar dan Sei Mencirim agar para petani dapat melangsungkan hidup bersama hingga cucunya kelak.

Dalam aksinya di Istana Negara, para petani mendirikan tenda dan menyuarakan aspirasinya hingga tuntutannya dipenuhi oleh negara. Mereka mengaku tidak akan bubar sebelum tuntutannya dipenuhi.

"Kami akan bertenda di depan Istana sampai kami mendapatkan keadilan, sampai tuntutan dipenuhi dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, apapun risikonya akan kami tempuh," kata Aris Wiyono.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya