Berita

Presiden Jokowi bersama Prabowo/Net

Politik

Jika Benar Prabowo Digeser Jadi Mentan, Jokowi Sedang Atur Strategi Hadapi 2024

KAMIS, 20 AGUSTUS 2020 | 18:12 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Hembusan kabar kocok ulang kabinet alias reshuffle kembali mengemuka. Indonesia Police Watch (IPW) menyebut setidaknya 11 hingga 18 Menteri bakal dirombak, bahkan Prabowo Subianto kabarnya bakal digeser dari Menteri Pertahanan ke Menteri Pertanian.

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengatakan, kalaupun prediksi IPW benar maka hal tersebut tidak lain bagian dari cara Jokowi mengatur strategi menghadapi Pilpres 2024 yang akan datang.

“(Menggeser Prabowo) ada kepentingan 2024, karena Pak Jokowi ini spesialis dengan memberikan sebuah kekuasaan itu sudah biasa,” kata Adib kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (20/8).


Dengan demikian, upaya tersebut adalah bagian daripada Jokowi untuk membangun poros pertemanan baru yang tidak lain hanya untuk kepentingan Pemilihan Presiden pada 2024 yang akan datang.

Seperti diketahui, Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Kalimantan Tengah meninjau lumbung pangan nasional pada Kamis 9 Juli 2020 tidak bisa dipandang sebagai peristiwa biasa saja.

Apalagi Jokowi secara mengejutkan menunjuk Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto sebagai leading sector pengembangan lumbung pangan nasional.

Padahal dalam pertemuan itu, Jokowi turut mengajak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang notabene membidangi masalah pangan.

Syahrul oleh Jokowi hanya ditempatkan sebagai pendukung kerja Prabowo Subianto bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

Perpindahan ini bukan demosi, melainkan sebuah peluang untuk lebih dekat kepada rakyat. Khususnya kepada para petani yang selama ini dia perjuangkan nasibnya dan sedang mengalami berbagai macam kendala saat wabah Covid-19 menyerang.

Selain itu, Prabowo Subianto juga bisa menganggap pemindahan tugas sebagai pintu menuju 2024. Di mana dia akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan para petani, yang menjadi profesi mayoritas rakyat Indonesia.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya